Wagub Imbau Sekolah Tanam Bibit Endemik Kaltim
SAMARINDA -
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi
mengajak satuan pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK)
untuk menanam tanaman endemik Kalimantan Timur. Contoh ulin, bengkirai, kapur, meranti maupun
gaharu.
Hal ini
dilakukan agar tanaman endemik Pulau Kalimantan, khususnya Kaltim dapat
dilestarikan dan diketahui para peserta didik di masing-masing satuan
pendidikan.
"Tidak
hanya SMK. Penanaman bibit pohon dapat dimulai tahun ini. Kami berharap semua
sekolah, dimulai dari pendidikan SMK bisa menanam tanaman endemik Kalimantan,
sehingga kita semua bisa melestarikan tanaman tersebut yang kini habitatnya
sangat langka diketahui masyarakat, khususnya para anak usia sekolah,"
kata Hadi Mulyadi didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK Deslan Nispayani usai
peresmian Laboratorium Ritel (Teaching Factory) Alfamidi di SMKN 14 Samarinda
Jalan HAM Rifadin, Palaran, Kota Samarinda, Rabu (30/1/2019).
Program ini juga
bertujuan sebagai penghijauan di daerah. Dimulai dari sekolah, khususnya SMK.
Kemudian diikuti seluruh instansi pemerintahan hingga swasta untuk
melaksanakan.
Artinya, dengan
begitu ketika saat ini menanam, maka 20 hingga 30 tahun akan datang bisa
bermanfaat bagi generasi selanjutnya.
"Selain
menjadi pengetahuan para pelajar, pihak sekolah membantu pemerintah untuk
melestarikan tanaman tersebut yang kini susah dilihat maupun diketahui,"
jelasnya.
Kepala Bidang
Pembinaan SMK Deslan Nispayani mengatakan tahun ini Disdik Kaltim menargetkan
tertanam 1.000 bibit pohon endemik di masing-masing SMK.
Melalui program
ini diharapkan setiap sekolah minimal bisa menanam satu bibit tanaman endemik
tersebut. Asalkan, memiliki cukup ruang lahan untuk menanam.
Artinya, dengan
menanam tanaman endemik dimulai dari pendidikan dapat menunjukkan kepada orang
luar Kalimantan, bahwa Kaltim memiliki sejarah dengan tanaman endemiknya.
"Kita
berharap ini bagian dari kreatifitas satuan pendidikan untuk para pelajar, agar
generasi muda ini jangan kehilangan sejarah dan peninggalan Kalimantan,
sehingga tidak hanya mengenali dan mengetahui melalui gambar saja,"
jelasnya. mar/hms/poskotakaltimnews.com