Jumlah Koperasi di Kaltim Meningkat

Admin 17 Mar 2019
img

Jumlah Koperasi di Kaltim Meningkat

SAMARINDA, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMK  Kaltim,   melalui  Bidang Koperasi  selalu  menginventarisasi jumlah koperasi yang terdaftar,  dan hasil inventaris  dari  kabupaten/kota di Kaltim  mengalami meningkatan antara 2 sampai 3 perses.

" Koperasi  tahun 2018 sebanyak  3.000 unit, dan sekarang 3.050 unit, tapi kita tidak melihat berapa jumlahnya, namun kualitas dari kopreasi yang ada tersebut, oleh karena itu kedepan kita fokus   kepada koperasi bagaimana meningkatkan usaha mereka melalui bisinis  dnegan berbagai usaha," kata Kepala Bidang Koperasi  Disperindagkop Rodi Ahnadi, bebrapa hari lalu.

Rodi menambahkan, sekarang ini terus  eksis melakukan  pembinaan koperasi, dengan melaksnakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi pengurus dan pengawas koperasi dalam pengelolaan koperasi yang baik.

Diklat yang dilaksanakan, lanjut dia  merupakan bagian pembinaan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia dan bimbingan teknis guna mendorong pertumbuhan dan pengembangan koperasi ke arah yang aktif dan meningkatkan kinerjanya sesuai dengan prinsip-prinsip perkoperasian.

"Ini sangat penting kita laksanakan mengingat koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa perlu ditingkatkan kinerjanya, sehingga terwujud koperasi yang berkualitas, produktif, sehingga pengelolaan dan pengembangan koperasi susuai dengan prinsip kemandirian, transparansi, akuntabilitas profesionalisme dan bertanggungjawab," tandasnya.

Melalui Diklat pembinaan dan pengelolaan koperasi yang baik yang dilaksanakan, lanjut  Rodi mengharapkan  pengurus dan pengawas koperasi di Kaltim dapat  menambah wawasan dan pemahakam yang benar tentang jati diri koperasi, sehingga dapat menggerakkan koperasi kearah yang lebih maju.

" Sesuai target  Menteri Koperasi dan UKM  tahun 2019 ini semua koperasi bisa 100 melaksanakan RAT,. Oleh karena itu  harapkan pada bulan Juni mendatang, 50 persen koperasi sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), dan sekarang ini baru sekitar 14 persen yang sudah melakukan RAT.," ujar Rodi.

Bagi koperasi yang tidak melaksanakan RAT, kata Rodi, suka tidak suka akan dilakukan pembubaran, maka dari itu, koperasi wajib melaksanakan RAT,  kalau tidak maka koperasi yang bersangkutan bersiap-siap untuk dibubarkan.(mar/poskotakaltimnews.com)     

Admin
RELATED POST