Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Terus Dorong Program "Nyaman Bejukut" untuk Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Ikan

img

(Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas upayanya dalam mengentaskan kemiskinan melalui program "Nyaman Bejukut". Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya ikan, terutama mereka yang termasuk dalam kategori miskin atau rentan miskin.

Hal tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik saat diwawancarai Poskotakaltimnews Senin (4/11/2024). Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan lanjutan dari berbagai kegiatan sebelumnya dan akan terus berlanjut hingga tahun 2025 dan 2026.

"Nyaman Bejukut ini menyasar nelayan dan pembudidaya ikan yang datanya kami ambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data P3KE yang terhimpun dalam Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK). Tujuannya agar kelompok ini bisa berdaya dan mampu keluar dari kemiskinan," ujar Muslik kepada Poskotakaltimnews usai kegiatan Kundapil Ketua DPRD Kukar di Kelurahan Loa Tebu beberapa waktu lalu.

Terkait dengan konsep program dan bantuan tersebut. Muslik menjelaskan program ini dirancang khusus untuk memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana yang lengkap. Bantuan tersebut meliputi mesin perahu, alat tangkap ikan, keramba, bibit ikan, hingga pakan.

"Dengan adanya bantuan ini, kami berharap nelayan dan pembudidaya ikan bisa langsung berproduksi dan meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Muslik.

Muslik menambahkan bahwa program "Nyaman Bejukut" tidak hanya sekedar memberikan bantuan, namun juga bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar.

"Ini adalah bagian dari RPJMD untuk menekan angka kemiskinan dan membantu mengentaskan masyarakat dari kondisi rentan," ujarnya.

Adapun target dan realisasi program ini, diakuinya menurut data yang dihimpun, sasaran program "Nyaman Bejukut" mencapai 5.064 orang nelayan dan pembudidaya ikan. Namun, angka tersebut akan terus diperbarui mengingat data bersifat dinamis.

"Sebelum program dijalankan, kami selalu melakukan verifikasi dan validasi data dengan bekerja sama dengan petugas Puskesos, desa, dan kelurahan agar bantuan benar-benar tepat sasaran," tuturnya

Selama tiga tahun terakhir, Muslik mengungkapkan program ini telah berhasil memberikan bantuan kepada sekitar 2.500 penerima manfaat.

 "Kami berharap di tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini," tutup Muslik.

Oleh karena itu melalu Program "Nyaman Bejukut" dirinya berharap mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan taraf hidup nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Kutai Kartanegara, sekaligus berkontribusi pada pencapaian target pengentasan kemiskinan sesuai dengan visi pembangunan daerah. (adv/tan)