Kunjungan ke Kukar, Tim TPKAD Kota Bontang Lakukan Studi Tiru Program Kredit Kukar Idaman
(Kunjungan Tim TPKAD Kota Bontang Ke Pemkab Kukar/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota
Bontang melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
(Pemkab Kukar) untuk mempelajari pelaksanaan program Kredit Kukar Idaman (KKI).
Saat diwawancarai awak
media usai menerima kunjungan TPKAD kota Bontang. Dafip Haryanto selaku Asisten
Tiga Bidang Administrasi Umum Sekertariat Kabupaten (Setkab) Kukar mengatakan
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat program akses keuangan daerah di
Bontang, termasuk implementasi kredit bunga 0% bagi masyarakat.
Adapun sebab kabupaten
Kukar yang dikunjungi oleh tim TPKAD Bontang, yakni berdasarkan rekomendasi
dari lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yang menyatakan bahwa di seluruh
Kaltim TPKAD Kukar berada pada predikat baik.
Atas hal itu menurut Dafip
Haryanto, kunjungan TPKAD Bontang ke Kukar ini dilakukan untuk memahami tata
kelola dan implementasi program KKI yang telah berjalan di Kukar sejak tahun
2021. Meski TPKAD Bontang sudah terbentuk sejak 2021, program ini baru
direncanakan akan diluncurkan dan dicatatkan dalam pembukuan pada tahun 2024.
“Kukar sudah lebih dulu
meluncurkan program dan berhasil mengimplementasikan KKI sebagai bagian dari
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kukar. Berdasarkan
rekomendasi OJK, Kukar menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang sudah
menerapkan program ini dengan baik,” ujar Dafip kepada awak media Rabu
(20/11/2024)
Dafip juga menyebutkan
sebelumnya, Pemkab Kukar juga menerima kunjungan dari TPKAD Kabupaten Paser
yang ingin mempelajari persiapan dan realisasi program KKI, terutama kredit
melawan rentenir dengan bunga 0%.
Selain itu, Dafip
mengatakan dalam pertemuan ini juga Kepala Bagian Ekonomi Kukar menjelaskan
beberapa aspek penting, mulai dari tata cara pelaksanaan, alur proses pemberian
kredit, hingga peran masing-masing pihak dalam mendukung percepatan program.
“Ada beberapa point
penting yang kami sampaikan agar program ini terealisasi dengan baik. Yaitu
kolaborasi internal tim TPKAD sangat penting untuk memastikan program ini
berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa ini
bukan program ‘Sinterklas’,” tegas Dafip
Ia juga menjelaskan bahwa
stigma yang salah terkait program ini perlu diluruskan. Beberapa pihak mengira
bahwa program ini tidak memiliki tanggung jawab pengembalian, padahal setiap
pihak memiliki peran yang jelas. Pemerintah bertindak sebagai peluncur program,
Bankaltimtara sebagai eksekutor modal, dan masyarakat sebagai penerima
manfaat.
“Program KKI bertujuan
untuk memberikan kemudahan akses modal bagi UMKM sekaligus melawan praktik
rentenir yang memberatkan masyarakat. Dengan pelaksanaan yang tepat, tentu kita
harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat
pertumbuhan ekonomi Kukar.” tutupnya (adv/tan)