Pembangunan RS Muara Badak Hampir Rampung, Pemerintah Dorong Percepatan Penyediaan SDM Kesehatan
(Camat Muara Badak Arpan/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Proyek pembangunan Rumah Sakit Muara Badak terus menunjukkan progres yang signifikan sejak dimulai pada akhir 2023. Fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Muara Badak dan sekitarnya.
Saat ini, tahap pembangunan fisik telah
mendekati penyelesaian. Namun, rumah sakit tersebut masih menghadapi kendala
besar terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM), yang menghambat
operasionalnya.
Hal tersebut diungkapakan Camat Muara Badak,
Arpan, saat ditemui awak media Senin (18/11/2024) usai acara Rakor di Pendopo
Wakil Bupati Kukar.
Arpan mengakui bahwa rumah sakit ini sangat
penting untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Namun, hingga
kini, kekurangan tenaga medis dan dokter spesialis menjadi kendala utama dalam
pembukaan layanan rumah sakit.
“Pembangunan Rumah Sakit Muara Badak sudah
hampir selesai, tetapi belum bisa difungsikan. Kendala utamanya adalah
kurangnya tenaga medis, termasuk dokter spesialis. Hal ini menjadi fokus utama
yang harus segera diselesaikan,” ujar Arpan, Selasa (18/11/2024).
Disisi lain Pemerintah Kabupaten Kutai
Kartanegara terus berupaya mencari solusi untuk mempercepat operasional rumah
sakit ini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kerja sama
dengan berbagai pihak guna mendatangkan tenaga kesehatan yang diperlukan.
Menyoroti hal ini, Arpan mengatakan pihak
kecamatan Muara Badak terus melakukan koordinasi dengan Pemkab Kukar untuk
penyediaan SDM rumah sakit Muara Badak, sebab menyadari pentingnya keberadaan
rumah sakit ini bagi masyarakat.
“Selama ini warga harus melakukan perjalanan
jauh ke kota-kota terdekat untuk mendapatkan layanan medis, terutama untuk
kebutuhan spesialis. Rumah sakit ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan
tersebut.” harapnya
Dengan operasionalnya Rumah Sakit Muara Badak
nantinya, pemerintah daerah berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang
lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, fasilitas ini juga diproyeksikan
mampu meningkatkan kualitas hidup warga dan mengurangi angka rujukan pasien ke
luar daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan
pelayanan kesehatan di wilayah mereka sendiri, tanpa harus menempuh perjalanan
jauh. Ini akan membantu mempercepat penanganan medis dan meringankan beban
masyarakat,” tutupnya (adv/tan)