Samboja Barat Dorong Pengembangan Hidroponik, Libatkan Generasi Milenial Berinovasi

img

(Camat Samboja Barat, Burhanuddin/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini terus mendorong pengembangan pertanian modern berbasis hidroponik. Dengan dukungan pemerintah kecamatan dan antusiasme petani, terutama dari generasi milenial, kawasan ini berhasil menghasilkan produksi sayuran segar.

Saat diwawancarai Poskotakaltim pada Senin (18/11/2024) usai acara Rakor di Pendopo Wakil Bupati Kukar Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyebutkan bahwa pertanian hidroponik merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian tradisional.

Diakuinya metode ini tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga menjanjikan produktivitas tinggi, bahkan di lahan terbatas. Terlebih menyadari geografis wilayah tersebut banyak di dominasi kawasan pesisir.

“Hasil pertanian hidroponik dari Samboja Barat saat ini telah mencapai 80% distribusi kebutuhan pasar ritel dan tradisional di Balikpapan. Ini adalah capaian yang luar biasa dan menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan,” ujar Burhanuddin saat ditemui pada Senin (18/11/2024).

Menyoroti hal ini, Pemerintah Kecamatan Samboja Barat menaruh perhatian besar pada pelibatan generasi milenial dalam pertanian hidroponik. Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, hingga akses terhadap teknologi, kaum muda didorong untuk berperan aktif dalam mengembangkan pertanian modern ini. 

“Kami melihat potensi besar generasi muda sebagai inovator di sektor pertanian. Dengan pendekatan berbasis teknologi seperti hidroponik, pertanian tidak lagi dipandang kuno atau tidak menarik. Ini adalah peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja dan mendukung ekonomi lokal,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin juga mengungkapkan salah satu contoh keberhasilan adalah munculnya kelompok tani muda di Samboja Barat yang kini mampu memproduksi sayuran seperti selada, timun, tomat, dan berbagai jenis tanaman lainnya secara konsisten dengan kualitas premium.

“Produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga mulai menjangkau pasar regional. Seperti Balikpapan.” Ujarnya

Ia juga menjelaskan sistem hidroponik yang diterapkan di Samboja Barat memungkinkan petani untuk memproduksi hasil tani tanpa ketergantungan besar pada cuaca atau kondisi tanah.

Tentunya hal tersebut mengusung konsep memanfaatkan air dan nutrisi yang efisien, metode ini menghasilkan panen yang konsisten sepanjang tahun. 

“Hidroponik memberikan keuntungan besar, terutama dalam hal efisiensi sumber daya. Dengan lahan yang relatif kecil, kita bisa menghasilkan lebih banyak, lebih cepat, dan lebih ramah lingkungan,” tandasnya

Keberhasilan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam sektor pertanian untuk menciptakan solusi berkelanjutan. 

Burhanuddin menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus berinovasi untuk mendukung pengembangan pertanian hidroponik. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas akses pasar, baik lokal maupun di luar Kalimantan Timur. 

“Kami ingin Samboja Barat tidak hanya dikenal sebagai sentra hidroponik, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Kami akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan komunitas tani, untuk mencapai tujuan ini,” tambahnya. 

Selain itu, ada rencana untuk menjadikan hidroponik sebagai bagian dari program edukasi di sekolah-sekolah di wilayah Samboja Barat. Langkah ini bertujuan untuk memperkenalkan generasi muda sejak dini pada teknologi pertanian modern dan pentingnya menjaga ketahanan pangan. (adv/tan)