Disdikbud Kukar Siap Launching Road Map Inovasi Pendidikan 2025, Fokus Utama Peningkatan SDM dan Infrastruktur

img

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor/pic:tanty

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap meluncurkan Road Map Inovasi Pendidikan 2025. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kukar selama lima tahun ke depan.

 

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan bahwa Road Map tersebut telah dirancang sejak 2023, namun peluncurannya sempat tertunda karena menunggu kepastian politik, termasuk hasil Pemilu dan Pilkada 2024.

 

“Penundaan dilakukan agar visi dan program pendidikan yang diusung dapat sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah. Road map ini nantinya akan ditawarkan kepada bupati terpilih untuk diintegrasikan ke dalam RPJMD periode 2024-2029,” ujar Thauhid awal bulan Desember tadi.

 

Dikatakannya penyusunan Road Map ini melibatkan sejumlah pakar pendidikan, dengan fokus utama pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya, sesuai visi Bupati Kukar Edi Damansyah dalam RPJMD 2021-2026.

 

Selain itu, aspek pembenahan infrastruktur sekolah menjadi salah satu perhatian utama, mencakup pembangunan fisik, pengadaan sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas guru dan komite sekolah.

 

Thauhid juga menegaskan pentingnya alokasi anggaran pendidikan yang optimal. Dari total APBD Kukar, 20 persen digunakan untuk sektor pendidikan, dengan Rp1,2 triliun dialokasikan untuk gaji pegawai dan guru.

 

Dana lainnya disalurkan melalui program BOS reguler, BOSKAB, BOS afirmasi, serta pembenahan fasilitas pendidikan.

 

Selain pembenahan infrastruktur, Road Map ini juga memprioritaskan peningkatan literasi, numerasi, dan digitalisasi pendidikan di seluruh wilayah Kukar.

 

Thauhid menyebutkan peluncuran Road Map tersebut akan dilakukan dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) dan direncanakan bersamaan dengan peringatan Hari Guru Nasional serta HUT PGRI.

“Kita ingin semua elemen dalam ekosistem pendidikan bersinergi untuk menciptakan perubahan yang signifikan. Pendidikan bukan hanya soal gedung sekolah yang rusak, tetapi menyangkut keseluruhan sistem,” tutupnya (tan)