Semangat Tanpa Batas 45 Atlet Disabilitas Kukar di Peparpeda I Kaltim

img

45 atlet pelajar disabilitas Kukar/pic:tanty

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Di bawah terik matahari Kutai Kartanegara, di tengah gemuruh semangat, 45 atlet pelajar disabilitas dari Kukar menapaki panggung impian mereka.

 

Ajang Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparpeda) I Kalimantan Timur, yang berlangsung di kawasan Stadion Aji Imbut pada 11-14 Desember 2024, menjadi saksi perjuangan tanpa henti mereka untuk meraih asa, mengukir prestasi. 

 

Dari keterbatasan itu, lahir kekuatan. Itulah yang terpancar dari wajah penuh tekad para atlet-atlet ini. Dengan berbagai latar belakang disabilitas, mereka berlaga di cabang olahraga seperti atletik, renang, catur, bulu tangkis, dan tenis meja.

 

Setiap langkah mereka adalah bukti bahwa mimpi bisa diraih siapa saja, tanpa peduli hambatan fisik yang menghalangi. 

 

"Tentu dengan adanya ajang Peparpeda ini memberikan ruang, wadah, tempat dan hak yang sama bagi anak-anak spesial kita,” ungkap Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading. Rabu (11/12/2024)

 

Ajang yang diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur ini bukan hanya soal medali atau piala. Ini adalah tentang keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman, tentang harapan yang dirajut di tengah keterbatasan.

 

Dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga pun terus mengalir, menjadi bahan bakar utama bagi mereka. Kadispora Kuka Aji Ali Husni menyampaikan rasa bangga dan haru kepada para atlet yang mewakili Kukar.

 

"Mereka adalah pahlawan sejati. Dari anak-anak spesial ini mengajarkan kita bahwa semangat tidak pernah mengenal batas, bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kekuatan hati untuk bermimpi dan berjuang," tuturnya

 

Sementara itu orang tua para atlet turut hadir mendampingi dengan mata berbinar, penuh kebanggaan.

 

"Saya tidak pernah menyangka anak saya bisa sampai di titik ini, dia selalu bilang. Bu, saya ingin membuat Ibu bangga,' dan sekarang dia melakukannya," pungkas Siti salah satu orang tua atlet.

 

Peparpeda I Kalimantan Timur menjadi panggung bagi kisah-kisah luar biasa ini. Setiap gerakan, setiap senyuman, dan setiap sorak sorai adalah bukti bahwa dunia olahraga adalah ruang bagi semua orang untuk bersinar, tanpa terkecuali. 

Ajang ini diharapkan menjadi awal perjalanan yang lebih besar, membuka jalan bagi para atlet menuju tingkat nasional, dan melahirkan inspirasi bagi masyarakat luas. Di Kutai Kartanegara, semangat juang telah mengalahkan segala keterbatasan. (tan)