Tak Selamanya Bergantung Migas, Kukar Harus Maksimalkan SDA Dapat Diperbarui
TENGGARONG, Ketua DPRD Kutai Kartanegara
Salehudin SSos, Sfil menyatakan bahwa Kutai Kartanegara masih ketergantungan terhadap
SDA (Sumber Daya Alam) yang tak dapat diperbarui untuk meningkatkan pendapatan
daerah/APBD Kukar.
Selama ini kata Salehudin, pendapatan terbesar
untuk “menyokong” peningkatan nilai APBD pada sector minyak dan gas.” Potensi
migas Kukar hampir di setiap kecamatan khususnya yang berada di pesisir pantai
seperti; Kecamatan Marangkayu, Muara Badak, Anggana, Sanga-Sanga, Muara Jawa
dan Samboja, sedangkan kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Kota Bangun, Sebulu,
Muara Kaman, Tabang, Kembang Janggut dan Tenggarong Seberang merupakan wilayah
penghasil batu bara terbesar yang ada di Kaltim.”papar Salehudin, belum lama
ini.
Tidak hanya itu Kukar juga merupakan salah
satu daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) dan batu bara penyumbang
terbesar devisa untuk Negara Republik Indonesia setelah Riau dan Aceh
“Pendapatan Daerah terbesar dari Dana Bagi
Hasil (DBH) Migas dan Batu Bara bahakan sektor inilah sebagai penyumbang
terbesar APBD kukar, tapi ini tidak bisa diharapkan terus menerus karena
penggunaan energi fosil (minyak bumi, gas alam dan batu bara) lambat laun akan
habis dan ini tidak bisa diperbaharui.” Katanya.
Oleh sebab itu harus mencari celah celah yang
lain untuk meningkatkan PAD, selama ini kita masih ketrgantungan pembagian Dana
Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH) yang semakin tahun cendrung
semakin turun,
“Oleh karenanya potensi SDA yang dapat
diperbarui harus dikelola secara maksimal, supaya kedepan bisa meningkatkan
pendapatan daerah Kukar,” terangnya.
Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kukar
Kamarur Zaman mengatakan, salah satu SDA yang dapat diperbarui untuk mendorong
peningkatan PAD Kukar adalah pada sector pariwisata.
“Banyak obyek wisata di Kukar yang kalau
dikelola maksimal akan memberikan dampak terhadap peningkatan PAD Kukar, salah
satunya adalah obyek wisata Pulau Kumala,” katanya.
Ia menyebut bahwa belum lama ini Komisi IV
DPRD bersama Ketua DPRD melakukan kunjungan ke kantor PT Gunung Bayan di
Balikpapan, terkait rencana pengelolaan obyek wisata Pulau Kumala.
“Pemkab Kukar mempunyai fasilitas sangkar
raksaksa tempat burung yang berada di tengah tengah Pulau Kumala namun sampai
saat ini belum terisi dan terlihat mangkrak, untuk meningkatkan minat
pengunjung sangkar yang ada agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait
segera membenahi,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kukar Kamarur Zaman.
Kamarur Zaman mengatakan, bahwa pihak PT
Gunung Bayan siap bekerja sama mengalihkan sebagian satwa-satwa milik mereka
yang ada di kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kubar dan Kecamatan Tabang,
Kabupaten Kukar, ke Pulau Kumala.
"Jika ini sudah terlaksana dengan baik
tidak menuntut kemungkinan kita minta perusahan tambang batubara yang lain bisa
mengalihkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membuat museum mini
tambang batu bara, agar anak-anak sekolah dan masyarakat bisa melihat secara
langsung proses pertambangan, jika ini berjalan Kukar bisa menjadi kunjungan
utama peneliti dan pariwisata Kalimantan Timur," ungkap Kamarur Zaman.awi/poskotakaltimnews.com