Pura Prajepati Alami Kerusakan, Disebabkan Adanya Pergeseran Tanah

img

TENGGARONG, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah berkesempatan meninjau langsung Pura Prajepati, tempat ibadah yang mengalami kerusakan akibat adanya pergeseran tanah, di Desa Kerta Buana, Tenggarong Seberang, pada Minggu (16/06/2019) sore.

 

Tempat ibadah agama Hindu yang dibangun pada tahun 2008 tersebut, sejak Januari 2018 mengalami pergeseran tanah atau amblas yang disebabkan struktur tanah yang labil ditambah faktor cuaca yang ekstrim. 

 

"Memang bisa dipastikan tanahnya labil, curah hujannya yang tinggi sehingga terjadi keretakan bangunan akibat tanahnya longsor," jelas Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, Minggu (16/06/2019).

 

Edi Damansyah juga memastikan dan berharap jika pelaksanaan penanganannya dilakukan dengan cepat dan baik. Mengingat menjaga agar ibadah umat Hindu yang ada di Desa Kerta Buana tidak terganggu dan berjalan normal seperti biasanya.

 

Tokoh masyarakat sekaligus Ketia Persatuan Hindu Dharma Indonesia, I Komang Widnyana mengatakan jika amblasnya bangunan Pura Prajepati sudah diketahui melalui kajian yang dilakukan oleh internal umat Hindu itu sendiri, dikarenakan bangunan pura tersebut dibangun diatas kondisi tanah yang miring, ditambah dengan cuaca yang belakangan cukup ekstrim.

 

"Struktur bangunan di pura kami terganggu dan mengalami pergeseran hingga 1 meter," ucap I Komang Widnyana.

Untuk diketahui, bangunan yang mengalami kerusakan struktur bangunan akibat amblas atau longsor terjadi dibagian tempat ibadah yang biasa digunakan umat Hindu untuk melaksanakan upacara Ngaben.pii/poskotakaltimnews.com