Peringati BBGRM ke-22, DPMD Kukar Mulai Lakukan Penilaian Tiap Kecamatan
(Kegiatan Gotong Royong yang dilakukan oleh masyarakat kelurahan Bukit Biru/pic: ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Memperingati hari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22, yang puncaknya akan diselenggarakan di Kecamatan Kota Bangun pada bulan Mei mendatang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) telah memulai proses penilaian untuk Lomba BBGRM tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepada Poskotakaltimnews
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD
Kukar, Asmir Riyandi Elvandar, mengungkapkan dalam penilaian ini pihaknya
melibatkan beberapa kecamatan yang telah mendaftar.
“Proses penilaian peserta
BBGRM ini akan berlangsung selama hampir dua minggu. Dan sebelumnya kita sudah
memberikan informasi kepada seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Kukar,”
ungkap Elvandar Selasa (29/04/2025) di ruang kerjanya.
Terkait dengan indikator
sebagai penilaian pada lomba BBGRM ini, dirinya mengatakan bahwa dokumen
lengkap baik adminsitratif maupun dokumentasi merupakan salah satu hal utama
yang dinilai dalam lomba ini.
“Dokumen kegiatan Gotong
Royong itu perlu dilengkapi karena kami juga menghitung kompersi dari kegiatan
gotong royong. Jika orang bekerja dalam kegiatan gotong royong, waktu yang
mereka korbankan pasti ada nilai uangnya di situ,” jelasnya.
Atas hal tersebut, dirinya
menekankan setiap kecamatan yang mengikuti lomba harus melengkapi berbagai
dokumen, termasuk absensi, foto kegiatan, dan daftar hadir.
Meski demikian, Elvandar
mengaku kegiatan gotong royong kerap dilakukan oleh masyarkat. Namun rata-rata
mereka (masyarakat) melakukan kegiatan gotong royong, tetapi secara dokumen
tidak ada absensi.
Menurutnya absensi hingga
dokumentasi ini merupakan bagian yang sangat penting untuk pencatatan kegiatan.
“Biasanya gotong royong
itu warga banyak yang ikut, terus kadang ada yang menyumbang makanan nah itu
perlu di dokumentasikan juga,” katanya
Selain itu Elvandar juga
menekankan pentingnya pencatatan kegiatan setiap bulan agar data lomba dapat
lengkap.
“Kami tekankan pada pemerintah desa dan kelurahan untuk
memastikan adanya dokumentasi yang lengkap saat kegiatan gotong royong
dilakukan,” pungkasnya (adv/tan)