Syarifatul Sya’diah Apresiasi Perkembangan Puteri Pariwisata Berau, Dorong Penguatan Promosi dan Penguasaan Bahasa Inggris

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Penyelenggaraan ajang Puteri Pariwisata Berau tahun ini dinilai menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Menurut Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah,  para finalis tahun ini menunjukkan peningkatan dari sisi penampilan dan kesiapan.

 

“Kami berharap ke depan, ajang ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, namun dapat menjadi wadah untuk mencetak duta wisata yang mampu mempromosikan pariwisata Kabupaten Berau secara lebih luas,” ungkapnya.

 

Disampaikan Syarifatul Syadiah , performa peserta tahun ini cukup baik. Tapi yang terpenting, semua peserta bukan hanya tampil untuk mencari juara, tapi punya tugas mulia sebagai duta promosi wisata daerah.

 

“Karenanya kami menekankan pentingnya pembekalan bagi para finalis, terutama dalam menghadapi tahapan seleksi di tingkat provinsi hingga nasional. Menurutnya, para peserta perlu digembleng dengan serius, termasuk dalam hal wawasan kepariwisataan, keterampilan public speaking, dan penguasaan bahasa Inggris,” jelasnya lagi.

 

Lanjutnya, bila nanti peserta ada yang lolos  ke Provinsi bahkan Nasional, tentu perlu kesiapan lebih. Sehingga harus digembleng agar memiliki kemampuan bersaing, khususnya dalam komunikasi dan bahasa asing.

 

Syarifatul juga menyadari bahwa jika persyaratan kemampuan bahasa Inggris diterapkan terlalu ketat sejak awal seleksi, bisa berdampak pada minimnya jumlah peserta. Karena itu, Ia menyarankan agar pembinaan dan pelatihan bahasa Inggris dilakukan selama masa karantina.

 

“Kalau semua dipersyaratkan bisa bahasa Inggris sejak awal, bisa-bisa pesertanya sedikit. Tapi selama masa karantina, harus ada pelatihan serius karena ini penting untuk menghadapi peserta dari daerah lain yang sudah lebih siap,” ungkapnya.

 

Ia berharap ke depan, pelajaran bahasa Inggris bisa lebih diperkuat di lingkungan sekolah dan menjadi bahasa kedua setelah Bahasa Indonesia, mengingat pentingnya peran bahasa internasional dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata.

“Kita harus dorong juga dari sisi pendidikan. Bahasa Inggris ini penting, apalagi kalau kita bicara soal promosi wisata ke luar daerah atau bahkan internasional,” tutupnya. (sep/FN)