Hadiri Pelantikan Pengurus KONI Kukar Periode 2023–2027, Bupati Edi : Pemkab Komitmen Dukung Kemajuan Olahraga
(Bupati Kukar Edi Damansyah saat menghadiri pelantikan pengurus KONI Kukar periode 2023-2027/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menghadiri
pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai
Kartanegara periode 2023–2027, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong,
Selasa (27/05/2025).
Pelantikan ini menjadi momen
penting dalam menata kembali arah pembinaan olahraga di Kukar. Ketua Umum KONI
Kukar terpilih, Chairil Anwar, resmi dilantik bersama jajaran pengurus lainnya
oleh Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras.
Dalam sambutannya, Bupati
Kukar Edi Damansyah yang menghadiri langsung acara tersebut menegaskan bahwa
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen penuh dalam mendukung
kemajuan olahraga.
Ia mengajak seluruh pihak
untuk bekerja sama, mengesampingkan kepentingan politik, dan fokus pada pembinaan
atlet.
“Saya ingin menegaskan
bahwa Pemkab Kukar berkomitmen terhadap pembinaan olahraga. Kepada pengurus
baru, bekerjalah dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Tinggalkan
dinamika masa lalu, dan jadikan ini momentum kebangkitan KONI Kukar,” ujar Edi
dalam sambutannya.
Tidak lupa, pada
kesempatan itu Edi juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Koni Kukar
atas mandat yang diberikan dari cabor-cabor kepada KONI saat ini.
“Memang awalnya saya hanya
senyum mendengar Pak Chairil bicara soal KONI. Tapi saya yakin, dinamika akan
tetap ada.
KONI ini terdiri dari
berbagai warna dan model. Wilayah Kukar memang luas, tapi ternyata sempit,
karena orangnya itu-itu saja. Cabornya pun begitu. Dalam perjalanannya, suka
tidak suka, dalam kepemimpinan saat nanti, perlu evaluasi menyeluruh,” tegas
Edi
Dirinya juga mengatakan
bahwa kepengurusan terpilihnya Pak Chairil sebagai ketua KONI Kukar melalui
Musyawarah Daerah Luar Biasa, Musdalub.
“Organisasi kalau sudah
melakukan Musdalub, itu ada sesuatu yang terjadi kan. Nah, seperti Kutai
Kartanegara mungkin tidak perlu saya ceritakan detail, kita sudah tahu yang
terjadi,” jelasnya
Ia menilai meski ada
dinamika Musdalub sehingga ada cabor-cabor yang berikan dukungan, namun karena
ada perampingan struktur pengurus, sehingga ada yang tidak tertampung dalam
struktur kepengurusan.
“Ini kan kondisi-kondisi
juga yang harus dipahami oleh semua pihak. Yang pertama, tadi kan saya
mengingatkan bahwa kepengurusan ini harus kompak,” tandasnya
“Jadi, walaupun ada
perbedaan-perbedaan selama ini, ya tinggalkanlah perbedaan itu. Jalankan dengan
baik tugas-tugas KONI ini, karena memang tantangan KONI Kukar ini kan membangun
kepercayaan,” pungkas Edi .
Bupati Kukar tersebut juga
mengungkapkan membangun kepercayaan itu sulit tapi bisa dilakukan, namun perlu
waktu untuk menunjukkan.
“Apalagi kepengurusan
inikan mungkin sekitar 24 bulan saja. Jadi yang saya ingatkan itu, struktur
pengurusnya harus kompak. Cabor-cabor yang memberikan dukungan ke Pak Chairil
juga harus kompak, baik yang terakomodir di dalam struktur kepengurusan maupun
yang tidak terakomodir, artinya tetap bekerja sama dengan baik,” pesan Edi.
Ia juga berpesan kepada
cabor-cabor dan pihak lainnya agar tidak ada lagi perselisihan. Sebab
keberadaan KONI dinilai untuk membangun olahraga di Kukar. Karena itu
pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak.
Sebagai orang nomor satu
di Kukar, Edi juga menekankan bahwa setiap Cabor harus punya komitmen mendukung
KONI, dan KONI juga harus berkomitmen membina cabor.
Sementara itu, Ketua KONI
Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam arahannya memberikan apresiasi dan ucapan
selamat kepada para pengurus KONI Kukar periode 2023-2027.
Rusdiansyah dalam
kesempatan itu juga menyoroti terhadap potensi besar Kukar yang selama ini
dikenal sebagai lumbung atlet.
“Kutai Kartanegara selalu
jadi penyumbang atlet terbaik di PON. Sebab itu saya harap semoga dengan
kepengurusan KONI ini olahraga KUKAR semakin eksis dan mampu melahirkan
atlet-atlet berprestasi,” harapnya.
Dirinya juga berpesan
meski ada dinamika dalam kepengurusan KONI, namun ia berharap agar hal telah
terjadi menjadi pelajaran pada kepengurusan yang baru ini.
“Tapi kita tak boleh
terlena oleh masa lalu. Mari fokus
menata masa depan. Kita harus fokus membina, mempersiapkan babak pra Poreov ,
kualifikasi Porprov dan PON dengan baik agar tidak ada lagi ‘impor atlet’ dari
luar daerah,”ungkap Rusdianysah.
Sementara itu Ketua KONI
Kukar terpilih, Chairil Anwar, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih
atas amanah yang diberikan.
Ia mengakui banyak
dinamika dalam proses menuju pelantikan, namun menegaskan siap memimpin
organisasi dengan prinsip transparansi dan efisiensi.
“Saya menyadari banyak
harapan dan juga tantangan ke depan. Tapi saya tegaskan, kita harus kembali ke
tujuan utama membina atlet, memperkuat organisasi, dan membangun sinergi dengan
seluruh cabor,” ucapnya
Chairil juga menambahkan bahwa ke depan KONI Kukar akan membuka ruang dialog dengan semua pihak dan mengutamakan kebutuhan riil cabang olahraga dalam penentuan struktur dan program kerja. (Adv/Tan)