Wisata Layung Seribu Desa Kembang Janggut Sajikan Pesona Alam dan Produktifkan UMKM Lokal

img

(Wisata Layung Seribu Desa Kembang Janggut/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Setelah sempat vakum dalam beberapa waktu terakhir, destinasi wisata Layung Seribu di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) kembali bergeliat di tahun 2025.

Saat dikonfirmasi Poskotakaltimnews, Sekretaris Desa (Sekdes) Kembang Janggut, Nurul Ainani, mengungkapkan bahwa pengelolaan wisata ini kini mulai bergerak aktif kembali dan dikelola secara bertahap oleh Kelompol Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Mulai tahun ini, Layung Seribu kembali kami aktifkan. Pengelolaannya sementara kami serahkan kepada Pokdarwis maupun BUMDes, dan kami menggandeng pelaku UMKM dari warga desa sendiri untuk ikut ambil bagian,” ujar Nurul Ainani Rabu (04/06/2025) via telpon.

Ia mengungkapkan meski belum bisa menawarkan wahana-wahana besar, Layung Seribu tetap menghadirkan pengalaman wisata yang menyenangkan dan bernuansa alami.

Saat ini, pengunjung bisa menikmati wahana seperti perahu air dan sepeda air kayuh. Bahkan, menurut informasi terakhir, perahu tambahan yang dipesan langsung oleh Kepala Desa Kembang Janggut akan segera dikirim dalam waktu dekat.

Selain itu, akan ada rakit terapung yang difungsikan sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM.

 “Di atas rakit ini nanti para pelaku UMKM bisa berjualan secara lesehan. Pengunjung bisa menikmati jajanan lokal sambil bersantai di atas danau,” jelas Nurul

Lanjut Nurul Layung Seribu juga memfasilitasi kegiatan edukatif bagi anak-anak, seperti memberi makan ikan di kolam jaring yang telah diisi bibit ikan.

Hal tersebut dinilai sebagai salah satu inovasi dengan melakukan pendekatan yang memadukan wisata dengan pembelajaran. Tak hanya siang hari, konsep wisata malam pun mulai diterapkan di wisata Layung Seribu.

“Ada juga wahana sederhana untuk anak-anak seperti mandi bola kecil, yang nantinya akan terus dikembangkan seiring peningkatan kapasitas lahan,” katanya

“Atas dan bawah area wisata ini sudah bisa dinikmati malam hari. Jam operasionalnya kami atur: hari biasa sampai jam 12 malam, sedangkan malam Minggu bisa sampai jam 2 dini hari,” lanjutnya 

Dirinya juga mengatakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pihak pengelola juga telah menghadirkan fasilitas internet gratis berbasis Starlink. sehingga jaringan internet di kawasan wisata ini lebih stabil dan mudah diakses.

Wisata Layung Seribu bukanlah destinasi baru. Sejak 2020, destinasi ini sebenarnya telah mulai dikelola oleh desa pasca hibah dari Dinas Pariwisata (Dispar) Pemkab Kutai Kartanegara.

Namun, tantangan besar seperti keberadaan eceng gondok yang menutupi permukaan danau serta keterbatasan anggaran membuat pengelolaan sempat terhenti.

“Eceng gondok dulu jadi kendala utama. Tapi Alhamdulillah tahun ini pembersihan telah dilakukan dan permukaan danau kini sudah bersih kembali. Kami optimis ini menjadi titik balik pengembangan wisata Layung Seribu,” tutur Nurul

Terkait tarif menikmati wisata tersebut, untuk saat ini Nurul mengaku belum ada tarif masuk ke kawasan wisata Layung Seribu karena masih dalam tahap awal pengelolaan dan belum ada petunjuk teknis resmi.

Hal ini sekaligus menjadi upaya pemerintah desa untuk menarik minat masyarakat dan memperkuat peran UMKM lokal.

“Dengan semangat baru dan kerja sama antara pemerintah desa, BUMDes, serta warga lokal, Layung Seribu kita ingin bisa menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat desa,” terang Nurul.

Menanggapi hal tersebut Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta mengatakan pihaknya menyambut baik aktifnya kembali wisata Layung Seribu di Desa Kembang Janggut.

Menurutnya hal ini merupakan salah satu destinasi yang memiliki potensi besar, terutama dalam mengangkat potensi lokal dan memberdayakan UMKM desa.

Ia pun mengapresiasi desa-desa yang terus berinovasi mengelola potensi wisata secara mandiri.

“Dinas Pariwisata Kukar tentu siap memberikan pendampingan dan dukungan, baik dari sisi promosi maupun pengembangan fasilitas, agar Layung Seribu bisa tumbuh menjadi destinasi yang berkelanjutan,” tandas Ridha.(Adv/Tan)