20 Finalis Teruna Dara Kukar 2025 Unjuk Bakat di SOE, Dispar Kukar Dorong Representasi dan Pelestarian Budaya Lokal

img

20 Finalis Teruna Dara Kukar 2025. (pic:tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Sebanyak 20 finalis Teruna Dara Kutai Kartanegara (Kukar) 2025 menampilkan beragam bakat terbaik mereka dalam ajang unjuk kebolehan yang digelar di panggung Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong, Sabtu (29/06/2025).

 

Gelaran ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi akhir menuju penobatan duta wisata Kabupaten Kukar tahun ini.

 

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar Arianto melalui Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Surya Gunawan, menyampaikan apresiasi atas semangat dan potensi yang ditunjukkan para finalis.

 

Ia mengungkapkan bahwa tahun ini terlihat peningkatan signifikan dalam kualitas penampilan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 ini, terlihat banyak talenta muda berbakat di berbagai bidang. Ada kemajuan yang sangat menggembirakan, dan saya sangat berharap agar seluruh wilayah di Kukar ikut berpartisipasi serta bersaing dalam acara serupa ke depannya,” ujar Surya saat diwawancarai awak media.

 

Namun demikian, Surya juga menyoroti pentingnya pemerataan partisipasi dari seluruh kecamatan di Kukar.

 

Menurutnya, ajang Teruna Dara masih banyak didominasi oleh peserta dari Tenggarong, sementara potensi pemuda-pemudi dari daerah lain belum tergali secara optimal.

 

“Banyak generasi muda di Kukar yang sebenarnya punya bakat besar, namun masih kurang percaya diri untuk tampil. Akan lebih baik jika setiap kecamatan bisa mengirimkan perwakilannya. Mungkin tantangannya ada di rasa malu atau minimnya motivasi untuk ikut serta,” jelasnya.

 

Dari segi penampilan bakat, Surya menilai bahwa masih ada ruang untuk pengembangan, terutama dalam aspek kekayaan budaya lokal yang perlu terus dikedepankan.

 

Ia menekankan pentingnya menjaga pakem budaya daerah dalam setiap bentuk ekspresi seni yang ditampilkan para finalis.

 

“Kukar punya kekhasan budaya dari tiga etnis utama pedalaman, pesisir, dan keraton. Kalau menampilkan tari Jepen misalnya, jangan sampai meninggalkan pakem gerakan dan busananya. Begitu juga dengan tari Dayak. Kita boleh berinovasi, tapi tetap harus berpegang pada nilai-nilai aslinya. Ini penting untuk identitas duta wisata kita,” tegas Surya.

 

Senada dengan itu, salah satu dewan juri, Fauzi Ozi, juga memberikan pandangannya terkait kualitas penampilan para finalis malam itu.

 

Dirinya melihat ajang ini sebagai lebih dari sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai ruang berkembang bagi generasi muda Kukar.

 

“Ajang ini menjadi ruang  artinya mereka tidak berhenti sampai di sini. Mereka bisa terus mengembangkan potensi dan berbicara lebih luas tentang Kukar lewat bakat yang mereka miliki. Kalau bicara soal bakat, ada yang memang bawaan sejak lahir, ada juga yang didapat lewat latihan,” ungkap Ozi.

 

Menurutnya, beberapa penampilan malam itu menunjukkan orisinalitas yang kuat, bahkan tampak alami tanpa perlu polesan berlebihan.

 

“Kita bisa lihat siapa yang paling orisinal malam ini. Ada juga yang terlihat sangat natural, bahkan meskipun mungkin belum punya banyak jam terbang,” katanya.

 

“Tapi justru karena itu, mereka tampak lebih lepas dan percaya diri. Harapannya, dari para finalis malam ini akan lahir duta-duta terbaik Kukar,” tambahnya.

 

Penampilan bakat 20 finalis ini tak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga sarana edukatif untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Kukar.

Dinas Pariwisata berharap kegiatan ini terus dikembangkan dan mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat maupun pihak kecamatan, agar regenerasi pelaku pariwisata di Kukar semakin kuat dan merata. (Adv/Tan)