Disdikbud Kukar Dorong Kolaborasi Tingkatkan Mutu PAUD
Sekretaris
Disdikbud Kukar, Joko Sampurno
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kegiatan Jambore dan Musyawarah Besar (Mubes) Bunda PAUD Tahun 2025 Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar selama tiga hari di Landasan Pesawat Kecamatan Kota Bangun, resmi ditutup pada Minggu (30/6/2025).
Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Joko Sampurno. Ia mengapresiasi seluruh pihak
yang telah berpartisipasi, sembari berharap hasil kegiatan ini membawa manfaat
besar bagi peningkatan kualitas layanan PAUD di Kukar.
“Tiada harapan terbaik untuk disampaikan
kecuali doa agar kegiatan Jambore dan Musyawarah Besar Bunda PAUD tahun 2025
Kabupaten Kukar tersebut mendapat hasil terbaik dalam upaya pembangunan PAUD
yang berkelanjutan di Kukar,” ucapnya.
Joko menegaskan bahwa kegiatan ini bukan
sekadar seremoni, melainkan forum strategis untuk memperkuat komitmen bersama
dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak sejak usia dini.
“Jambore dan Musyawarah Besar ini menjadi
wadah penting untuk meningkatkan mutu PAUD di Kukar,” jelasnya.
Musyawarah Besar PAUD, lanjutnya, juga menjadi
momentum menyusun langkah konkret dalam mendukung program wajib belajar 13
tahun dengan minimal satu tahun di PAUD.
“Ini tentu bermanfaat bagi masa depan
anak-anak Kukar yang lebih cerah,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keberadaan Bunda PAUD
di setiap jenjang pemerintahan sebagai motor penggerak pendidikan usia dini.
Peran tersebut harus dijalankan dalam kemitraan erat dengan guru dan tenaga
kependidikan PAUD.
“Bunda PAUD berperan sebagai garda terdepan,
bekerja sama dengan guru dan tenaga kependidikan PAUD yang profesional dalam
membina layanan PAUD,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Joko
berharap ada percepatan dalam peningkatan kualitas pengajaran dan kesejahteraan
pendidik.
“Melalui kemitraan yang lebih solid, kita
dapat mengoptimalkan program-program peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan, saling berbagi modul pelatihan maupun narasumber,” ucapnya.
Terakhir, ia juga menyoroti pentingnya
advokasi kebijakan untuk memperkuat fasilitas, hak, dan kesejahteraan tenaga
pendidik PAUD. Tak kalah penting adalah menciptakan inovasi pembelajaran yang
lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak masa kini.
“Melalui kesempatan ini, saya juga berharap
ada upaya bersama untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang lebih relevan,
bertukar ide dan praktik baik untuk menciptakan metode yang menarik, efektif,
serta sesuai dengan kebutuhan anak-anak di Kukar,” tutupnya.(adv)