Penumpang Gangguan Jiwa Ngamuk di Bandara Kalimarau, Ini Penjelasan Kepala Bandara

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Bandara Kalimarau selama dua hari berturut-turut, Sabtu (28/6/2025) dan Minggu (29/6/2025).

 

Sebagaimana disampaikan Patah Atabri, kejadian bermula pada Sabtu, ketika seorang calon penumpang  berninsial  (MS)   bersama pamannya (SP) hendak berangkat ke Surabaya menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6347. Keberangkatan tersebut dilakukan dalam rangka pengobatan lanjutan bagi (MS) yang di ketahui menderita gangguan jiwa dengan diagnosa paranoid skizofrenia.

 

“Yang bersangkutan pada hari Sabtu lalu, kami sampaikan memang membeli tiket dan check-in secara online. Kondisinya saat itu terlihat sehat. Namun saat di ruang tunggu, sempat terjadi cekcok dengan pamannya hingga terjadi tindakan fisik berupa pencekikan. Meskipun akhirnya mereka tetap naik ke pesawat, di dalam kabin kembali terjadi perselisihan. Akibatnya, baik MS maupun pamannya memutuskan untuk batal terbang,” jelas Patah Atabri.

 

Keesokan harinya, Minggu, keduanya kembali membeli tiket dan melakukan check-in online untuk penerbangan yang sama. Namun insiden kembali terjadi. MS berusaha menerobos area boarding untuk penumpang tujuan Balikpapan, padahal penerbangan ke Surabaya belum dibuka. Aksi tersebut membuat petugas Aviation Security (Avsec) terpaksa menahan dan melumpuhkannya secara refleks setelah MS melakukan pemukulan terhadap salah satu petugas.

 

“Kami terpaksan ambil langkah itu demi menjaga keamanan penumpang lainnya. Setelah ditangani oleh Avsec dan pos polisi bandara, MS  kemudian dibawa ke RSUD dr. Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di bagian jiwa,” terang Patah.

 

Patah Atabri menegaskan bahwa pihak Bandara tetap berkomitmen melayani seluruh calon penumpang dengan baik, tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang memiliki riwayat kesehatan khusus. Namun demikian, bila terdapat indikasi penumpang yang membahayakan, tindakan pencegahan dan koordinasi dengan aparat keamanan akan dilakukan.

 

“Kami mengimbau kepada keluarga calon penumpang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, dan bila perlu melakukan pendampingan khusus selama perjalanan,” tambahnya.

 

Terkait kekhawatiran masyarakat atas sistem keamanan di Bandara Kalimarau, setelah video insiden ini menjadi viral, Patah memastikan bahwa pintu boarding tidak akan di buka terus-menerus, hanya di buka sesuai prosedur saat proses boarding berlangsung.

“Kami akan meningkatkan pengawasan dan memperketat protokol keamanan demi kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa bandara,” pungkasnya. (sep/FN)