Disdik Kukar Raih Juara Tiga Stand Terbaik Ajang PKD Provinsi Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) meraih prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung beberapa waktu lalu di GOR Segiri, Samarinda.
Dalam helatan yang
diikuti oleh seluruh Kabupaten dan kota se-Kaltim itu, Kukar dinobatkan sebagai
juara ketiga dalam kategori stand terbaik.
Keberhasilan ini
diraih berkat penampilan Kukar yang menonjolkan unsur Warisan Budaya Tak Benda
(WBTB) daerah, berupa alat musik Gambus dan Lesong yang digunakan dalam
tradisi beham atau menumbuk padi.
Keduanya dipilih
sebagai representasi budaya lokal yang masih hidup dalam praktik masyarakat dan
menyimpan nilai-nilai tradisi yang kuat.
“Yang kami tampilkan
ialah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), yaitu gambus dan Lesong untuk untuk
beham,” ujar Pamong Budaya Ahli Muda Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud
Kukar, M. Saidar, saat diwawancarai pada Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, pemilihan
kedua objek tersebut bukan tanpa alasan. Gambus, sebagai alat musik petik yang
populer di pesisir, menjadi simbol akulturasi budaya yang telah lama berakar di
wilayah Kukar. Sementara itu, lesong adalah wujud konkret dari budaya agraris
yang lekat dengan keseharian masyarakat adat di pedalaman.
“Alhamdulillah Kukar
mendapatkan nominasi juara ketiga,” ungkapnya.
Tidak hanya
menampilkan objek-objek budaya, Disdikbud Kukar juga memanfaatkan momen PKD
untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang sejarah dan budaya lokal kepada
masyarakat luas.
Salah satu langkah
nyata yang dilakukan adalah dengan membagikan buku-buku tentang cagar budaya di
Kukar kepada para pengunjung yang hadir.
“Selain itu, kami di
sana juga membagikan buku tentang cagar budaya di Kukar,” tambahnya.
Ia menilai, PKD bukan
sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi juga menjadi ruang penting bagi
masing-masing daerah untuk saling belajar dan memperkuat identitas budaya
masing-masing. Harapannya, dengan ajang ini, semangat pelestarian budaya bisa
terus menyala, terutama di kalangan generasi muda.
“Melalui helatan
seperti ini, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya merawat
budaya terus tumbuh. Tidak hanya pemerintah, tetapi semua pihak bisa terlibat,
termasuk anak-anak muda,” ujarnya.
Saidar pun menyebut bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi bidang kebudayaan Disdikbud Kukar untuk terus berinovasi dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah. Ke depan, pihaknya berencana untuk memperluas promosi kebudayaan tak hanya lewat pameran, tapi juga melalui platform digital yang dapat menjangkau khalayak lebih luas.
“Kami ingin budaya
Kukar tidak hanya dikenal secara lokal, tapi juga bisa hadir di ruang-ruang
nasional bahkan internasional. Budaya kita punya kekuatan untuk itu,” tutupnya.
(adv)