Pemkab Berau Launching Program K2RPPA dan Bimtek Sahabat Perempuan dan Anak
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Berau resmi meluncurkan program Kelurahan/Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak (K2RPPA) serta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan Sahabat Perempuan dan Anak, Senin (21/7/2025) di Gedung Balai Mufakat, Tanjung Redeb.
Mewakili Bupati
Berau, Staf Ahli Rusnan Hefni menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI yang turut mengawal
upaya penguatan perlindungan perempuan dan anak di Berau.
“Menurut kami
kegiatan ini bukan hanya memenuhi amanah undang-undang, tapi juga lebih dititik
beratkan memperkuat komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang
aman, nyaman, dan mendukung peran perempuan dan anak dalam pembangunan daerah,”
ujarnya
Dalam kesempatan itu
Ia juga menekankan pentingnya sinergi
antara pemerintah kampung, lembaga masyarakat, relawan, dan forum anak agar
implementasi peraturan kampung yang berpihak pada perempuan dan anak dapat
terwujud secara nyata, termasuk alokasi anggaran yang mendukung.
Sementara Kepala
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB
(DPPKBP3A) Berau, Rabiatul Islamiah, menjelaskan bahwa program ini merupakan
bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Berau. Sejak 2022,
Berau sudah memiliki kampung percontohan KRPPA di Labanan Jaya, Labanan Makmur,
dan Maluang.
“Tahun ini kami
memperluas replikasi ke kampung-kampung lainnya, dengan penguatan melalui
Bimtek Relawan Sahabat Perempuan dan Anak. Mereka dibekali pengetahuan soal
mekanisme pelaporan, advokasi, hingga pengawasan langsung di lapangan,” kata
Rabiatul.
Menurutnya, Bimtek
diikuti 140 peserta dari unsur OPD, camat, kepala kampung, relawan, organisasi
masyarakat, dan dunia usaha. Tujuan utama kegiatan ini ialah memperkuat sinergi
stakeholder, meningkatkan kapasitas relawan, serta memastikan integrasi program
perlindungan perempuan dan anak di kampung-kampung.
Deputi DPPA Kaltim, Nova Paranoah, menambahkan bahwa K2RPPA sudah berjalan di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur, termasuk Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara. Nova menyoroti pentingnya sinergi antara program pemberdayaan perempuan dengan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Di Berau, kami
berharap Puspaga yang sudah ada bisa dimaksimalkan sebagai pusat pembelajaran
keluarga dan pencegahan kekerasan. Kita dorong masyarakat agar aktif, bukan
hanya menunggu,” ucap Nova.
Sementara itu,
Asisten Deputi KemenPPPA RI, Ilham Firman, menekankan pentingnya pembangunan
kualitas manusia Indonesia yang harus berjalan seiring dengan pembangunan
infrastruktur.
“Isu perempuan dan anak sangat strategis, karena berhubungan langsung dengan masa depan bangsa. Program KRPPA adalah salah satu instrumen penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Ilham.
Acara ditutup dengan
penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan kampung dan para pemangku
kepentingan yang hadir, sebagai wujud nyata keseriusan Kabupaten Berau menjadi
wilayah yang ramah perempuan dan peduli anak. (sep/FN/Advertorial)