Direktur RSUD Abdul Rivai Tanggapi Isu Pembangunan Gedung Walet dan Kritikan Publik
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Direktur RSUD Abdul Rivai, dr. Jusram, menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah pihak dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Gunung Walet. Dalam sambutannya, Ia menekankan pentingnya silaturahmi serta keterbukaan terhadap kritik dan saran dari masyarakat maupun media.
"Kami
mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan hari ini. Kami percaya,
kritik yang membangun akan membuat kami lebih berhati-hati, memperbaiki
kekurangan, dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit," ujarnya.
Dr. Jusram juga
menyinggung terkait kabar yang menyebut pembangunan gedung baru RSUD Abdul
Rivai sebagai "sarang burung walet". Ia menyayangkan narasi yang
dinilai tidak sesuai fakta tersebut. Isu yang berkembang menyebut bahwa
pembangunan gedung kami berkaitan dengan sarang burung walet, padahal tidak
demikian.
“Ini bisa jadi hanya
spekulasi. Saya mengajak rekan-rekan media untuk mengedepankan akal sehat dalam
menyampaikan informasi," tegasnya.
Ia menjelaskan,
gedung baru yang diberi nama Gedung Walet justru diharapkan menjadi simbol
kemajuan layanan kesehatan di Kabupaten Berau. Pemberian nama itu dimaksudkan
sebagai semangat agar RSUD Abdul Rivai dapat “terbang” lebih tinggi dan
bersaing secara regional maupun nasional.
“Penamaan Gedung
Walet adalah simbol agar kami bisa siap bersaing, dan menjadikan Berau sebagai
daerah rujukan pelayanan kesehatan. Kami berada di ujung Kalimantan Timur,
dengan akses yang terbatas, sehingga kebutuhan layanan kesehatan harus bisa
dipenuhi dari dalam daerah,” ujarnya.
Menurutnya, dalam
satu tahun terakhir, rumah sakit yang dipimpinnya telah menghadapi berbagai
tantangan baru, termasuk penyesuaian terhadap sistem elektronik dan standar
pelayanan prioritas seperti KJSU (Jantung, Stroke, Penyakit Kronis, dan
lainnya).
Di akhir pernyataannya, dr. Jusram menegaskan komitmen manajemen untuk terus berbenah, dan berharap masyarakat bisa melihat pembangunan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada daerah.
“Saya lahir dan besar
di Berau, dan saya merasa berkewajiban membalas budi kepada tanah kelahiran
saya,” tutupnya. (sep/FN)