Disdikbud Kukar Fokus Benahi Numerasi Siswa Sekolah Dasar

img


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memusatkan perhatian pada pembenahan pembelajaran numerasi di tingkat sekolah dasar (SD).

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap capaian numerasi yang dinilai masih rendah dan berpotensi memengaruhi nilai rapor pendidikan daerah.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan pembenahan numerasi di SD menjadi prioritas utama, meski hasil evaluasi menunjukkan capaian numerasi di tingkat SMP sudah cukup baik.

Menurutnya, pembenahan harus dilakukan sejak dini agar kemampuan berhitung dan berpikir logis siswa dapat terbentuk secara kokoh.

“Kalau tidak ditingkatkan sekarang, skor kita bisa menurun. Karena itu, SD menjadi fokus kami dalam peningkatan numerasi,” ujarnya, pada Senin (11/8/2025).

Ia menilai banyak siswa SD belum memiliki dasar berhitung yang kuat karena di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) belum diperkenalkan konsep matematika secara formal. Akibatnya, mereka kerap kesulitan saat mulai mempelajari operasi hitung di kelas awal SD.

“Kalau anak sudah takut duluan dengan angka, kemampuan numerasinya pasti sulit berkembang. Maka kami hadirkan alat bantu yang bisa membuat mereka tertarik,” jelasnya.

Program literasi dan numerasi yang dijalankan Disdikbud Kukar merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, memahami informasi, berhitung, serta memecahkan masalah dengan pendekatan logika dan angka.

Upaya ini tidak hanya berorientasi pada capaian nilai ujian, tetapi juga pada pembentukan minat dan pemahaman konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Thauhid menegaskan, pembenahan numerasi bukan semata-mata soal peningkatan skor, melainkan membangun fondasi berpikir yang akan menjadi bekal siswa pada jenjang pendidikan selanjutnya.

“Numerasi itu bukan sekadar berhitung, tapi kemampuan berpikir logis yang menjadi dasar anak-anak dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya,” tegasnya.

Selain menyiapkan materi pembelajaran yang lebih mudah dipahami, Disdikbud juga mendistribusikan alat peraga numerasi ke seluruh SD. Alat ini diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan, sehingga siswa lebih antusias mengikuti pelajaran.

Disdikbud juga melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran numerasi di lapangan. Penyesuaian akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap perkembangan kemampuan siswa.

“Kami ingin setiap upaya yang dilakukan tidak hanya berhenti di program, tapi bisa terlihat hasilnya dalam peningkatan kemampuan siswa,” pungkasnya.(adv)