Miris, Sekolah di Perkotaan Masih Krisis Guru

Admin 02 Okt 2019
img

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Haspian Nur Nafsy

TENGGARONG- Ternyata sekolah di daerah perkotaan seperti Tenggarong masih mengalami kekurangan guru, kekurangan diprediksi akan berlangsung lama, seperti yang dialami SDN  010 Tenggarong, yang mengalami kekurangan guru.

"Sekolah kami masih kekurangan dua guru kelas," kata Kepala SDN 010 Tenggarong, Juminem, Rabu(02/10/2019) diruang kerjanya.

Juminem menambahkan, akibat krisis guru di sekolah yang dipimpinnya, ada satu guru memegang 2 kelas, dan juga harus dilakukan penggabungan kelas, yang ideal harus dibagi 2 kelas.

"Kelas 6 seharusnya dibagi 2 kelas, karena krisis guru, terpaksa kami gabungkan jadi sekelas saja," ungkapnya.

Juminem ingin saja mengangkat guru honor menjadi guru kelas, namun apa daya kemampuan keuangan sekolah tidak mencukupi.

Sementara itu Kadisdikbud Kukar Hifsi G Fahrannas, melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Haspian Nur Nafsy mengiyakan bahwa kukar mengalami krisis bahkan sudah berlangsung lama, karena kukar sudah sejak lama tidak mengangkat PNS.

"Sejak tahun 2012 kukar tidak melakukan pengangkatan PNS, sedangkan guru pensiun berjalan tiap tahunnya,"paparnya.

Haspian menyebut, bukan hanya SDN 010 Maluhu Tenggarong, sekolah terdekat saja seperti SDN 002 dan 028 mengalami kekurangan guru.

"Memang SD di perkotaan banyak mengalami kekurangan guru,"ujarnya.

Masih menurutnya, solusi yang bisa dilakukan sekolah, dengan mengangkat guru honor sesuai dengan spesifikasi guru yang layak dan memenuhi syarat, seperti harus S1 dan sudah pengalaman mengajar, dari sisi penggajian bisa diambil dari dana Bosnas atau Boskab yang diterima sekolah secara rutin.and/poskotakaltimnews.com

Admin
RELATED POST