Disdikbud Kukar Distribusikan Guru P3K untuk Penuhi Kebutuhan SMP
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketersediaan guru di jenjang SMP Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi tantangan, terutama akibat adanya guru yang memasuki masa pensiun.
Untuk mengatasi hal itu,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mendistribusikan tenaga pendidik
baru melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Plt Kepala Bidang
Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa setiap kali
ada guru pensiun, sekolah segera melaporkan kebutuhan tersebut agar bisa diisi
kembali.
“Kalau ada guru yang
pensiun, otomatis mereka akan digantikan,” ujarnya, pada Minggu (24/8/2025).
Menurutnya, penempatan
tenaga P3K pada tahun 2025 menjadi langkah penting untuk menutupi kekurangan
guru di berbagai sekolah.
“Dengan adanya tenaga P3K
yang baru di 2025 ini, kami distribusikan untuk mengajar di sekolah-sekolah,”
jelasnya.
Emy menambahkan,
distribusi guru tetap menjadi pekerjaan besar karena luasnya wilayah Kukar.
Sekolah-sekolah di daerah pedalaman dan perbatasan sering menghadapi kendala
keterbatasan tenaga pengajar.
“Sebaran wilayah yang luas
membuat pemantauan dan distribusi guru agak sulit dilakukan,” katanya.
Ia menyebut, kendala
geografis ini juga memengaruhi pemerataan kualitas pendidikan. Meski demikian,
pemerintah tetap berupaya agar tidak ada sekolah yang kekurangan tenaga
pendidik.
Selain penempatan guru
baru, peningkatan kapasitas guru juga terus dilakukan melalui pelatihan dan
workshop. Hal ini untuk memastikan kompetensi guru tidak hanya cukup dari sisi
jumlah, tetapi juga mumpuni dalam kualitas.
Emy optimistis, dengan
langkah distribusi dan penguatan kompetensi, kebutuhan guru SMP di Kukar dapat
teratasi secara bertahap. Pemerintah berharap ke depan setiap sekolah memiliki
jumlah guru yang seimbang dengan kebutuhan siswa.
“Dengan adanya guru P3K baru, kami mendistribusikan mereka
agar kebutuhan tenaga pendidik SMP bisa terpenuhi,” tegasnya.(adv)