Ratusan Mahasiswa Berau Sampaikan Penolakan Kenaikan Tunjangan DPR
Aksi mahasiswa Kabupaten
Berau di depan Gedung DPRD Berau. (pic: sep/Fn)
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Ratusan mahasiswa bersama masyarakat
menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Berau, Senin (1/9/2025). Massa
menyuarakan beragam tuntutan, mulai dari isu nasional hingga persoalan lokal
yang dinilai menyangkut kepentingan publik.
Dalam orasi yang
disampaikan secara bergantian, mahasiswa menegaskan penolakan terhadap kenaikan
tunjangan DPR. Kebijakan tersebut dianggap tidak sejalan dengan kondisi ekonomi
masyarakat saat ini.
Situasi sempat
memanas ketika demonstran membakar ban di depan kantor DPRD. Aparat kepolisian
bersama para Anggota Dewan akhirnya turun langsung menemui massa untuk
mendengar aspirasi sekaligus meredam ketegangan.
Aksi yang dipimpin
Jenderal Lapangan Muhammad Asry ini merupakan hasil konsolidasi antar
organisasi dan elemen masyarakat. Dalam orasinya, Asry menegaskan aksi tersebut
lahir dari mandat bersama untuk menyuarakan keresahan publik.
“Kami sudah
membacakan tuntutan. Harapannya DPRD segera menindaklanjuti hasil kesepakatan
tersebut,” kata Asry.
Sejumlah persoalan
daerah turut menjadi sorotan, antara lain pembangunan jalan yang dikeluhkan
warga, tunjangan guru yang dinilai belum layak, serta dampak lingkungan dari
aktivitas tambang di Berau.
Massa juga menolak
rencana pembangunan gedung baru DPRD yang dianggap tidak prioritas, serta
menyoroti rendahnya serapan tenaga kerja lokal yang belum mencapai 80 persen.
“Aspek pembangunan
harus dievaluasi secara menyeluruh agar rakyat benar-benar merasakan
manfaatnya,” tutup Asry.
Meski sempat
berlangsung dengan tensi tinggi, aksi demonstrasi berakhir kondusif. Massa
menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak hanya sekadar didengar, tetapi
juga ditindaklanjuti sebagai bentuk tanggung jawab wakil rakyat terhadap
masyarakat.
Usai menyampaikan aspirasi
masyarakat, koordinator aksi kemudian menyerahkan salinan apa yang menjadi
tuntutan kepada Ketua DPRD, Dedy Okto Nooryanto.
“Saya berterima kasih
kepada mahasiswa di Kabupaten Berau yang memperjuangkan bukan hanya
aspirasinya, tetapi juga suara masyarakat. Aspirasi ini akan kami bahas di
DPRD. Untuk isu nasional akan kami teruskan ke pemerintah pusat, sementara isu
daerah akan segera kami koordinasikan,” ujarnya.
Dedy juga menyinggung
soal penerimaan tenaga kerja lokal yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Menurutnya, hal itu membutuhkan penguatan aturan melalui peraturan bupati
(Perbup) agar perusahaan lebih patuh.
“Kalau hanya perda,
perusahaan masih bisa mengelak. Karena itu, perlu Perbup agar bisa memperkuat
aturan,” tegasnya.
Meski diwarnai aksi pembakaran ban, demonstrasi berjalan aman hingga akhir. Massa berharap aspirasi yang mereka sampaikan benar-benar ditindaklanjuti, bukan hanya sekadar didengar.
Menariknya kehadiran massa ini disambut hangat para Wakil Rakyat Bumi Batiwakal yang mendengarkan semua aspirasi yang disampaikan para pedemo dengan duduk bersama para Anggota Dewan.
Dari pantauan di lapangan terlihat sejumlah siswa SMA ikut terlibat dalam aksi, meski pemerintah pusat sebelumnya telah melarang pelajar terlibat dalam kegiatan demonstrasi. (sep/FN)