Mitra SPPG Karang Ambun Tekankan Kebersihan dan Dukungan untuk Program Penurunan Stunting
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ryan Gozali selaku mitra SPPG Karang Ambun menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi di Berau, sekaligus memberikan masukan agar layanan semakin maksimal, khususnya terkait kenyamanan karyawan dan pencegahan kontaminasi.
“Kami berupaya
melengkapi sarana agar lebih nyaman bagi karyawan, terutama dalam mencegah
kontaminasi lalat. Sejauh ini alhamdulillah positif saja, tidak ada koreksi
yang berlebihan,” ujar Ryan.
Menurutnya, bahan
baku yang digunakan berasal dari produk lokal, dengan melibatkan karyawan dan
stakeholder dari Kabupaten Berau. Fokus utama yang terus dijaga adalah aspek
kebersihan, kualitas makanan, pemantauan, serta nilai gizi sesuai standar.
Ryan juga menegaskan,
pihaknya selaku pelaku UMKM sangat berharap dukungan dan pantauan dari
pemerintah maupun media, agar program ini bisa berjalan optimal.
“Harapannya, kegiatan
ini bisa berkontribusi menekan angka stunting di Berau. Sasaran kami bukan
hanya anak sekolah, tapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Karang
Ambun menyalurkan 1.693 porsi makanan setiap hari ke sejumlah sekolah, mulai
dari TK hingga SLTA, di antaranya TK Azzahro, SDN 020, SMPN 3, dan SMA PGRI.
Kapasitas distribusi maksimal mencapai 4.000 porsi per hari, dengan waktu pengantaran
kurang dari 15 menit untuk menjaga kesegaran makanan.
Distribusi dilakukan
pada jam sekolah selama lima hari kerja, menyesuaikan jumlah siswa yang hadir
berdasarkan laporan BIC (Business Implementation Coordinator) di masing-masing
sekolah.
“Kami punya tim
khusus untuk mengoordinasikan jumlah porsi sesuai kehadiran siswa. Ini penting
agar tidak terjadi kelebihan makanan maupun penyalahgunaan laporan,” tambah
Ryan.
Ia menekankan bahwa
program ini bersifat berkelanjutan sejalan dengan kebijakan pemerintah, dengan
perjanjian kerja sama yang diperpanjang setiap enam bulan. Untuk jangka
panjang, perluasan distribusi akan disesuaikan dengan kapasitas dapur yang
tersedia.
“Di Berau ada sembilan dapur. Kami hanya bisa mengantar sesuai rayon, dengan batas maksimal 4.000 porsi per hari. Saat ini realisasinya masih 1.693 porsi, dan bisa meningkat secara bertahap,” terang Ryan.
Ia menambahkan,
secara nasional target penyaluran makanan mencapai 15 ribu porsi per hari,
dengan harga yang mengikuti standar pusat. “Kami rutin berkoordinasi untuk
penyesuaian harga. Namun saat ini standar yang berlaku tetap harga nasional,”
pungkasnya. (sep/FN)