Meski Terbatas Anggaran, Desa Muara Kaman Ulu Pastikan Pembangunan Pelantar Tepi Sungai Terus Berjalan
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah
Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu untuk membangun pelantar wisata di tepi Sungai
Matang. Proyek ini tetap dijalankan secara bertahap dengan harapan menjadi ikon
baru pariwisata desa.
Kepala Desa Muara
Kaman Ulu, Hendra, menjelaskan pembangunan dimulai tahun 2025 menggunakan Dana
Desa sebesar Rp75 juta. Anggaran itu dialokasikan untuk pengerjaan awal
pelantar berbahan kayu ulin yang terkenal kuat dan tahan lama.
Menurutnya,
pembangunan tidak bisa selesai dalam sekali jalan. Karena itu, strategi yang
ditempuh adalah mengerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan keuangan
desa.
“Paling tidak
dikerjakan terus, berapa meter dapatnya. Artinya tidak langsung selesai, tapi
berkelanjutan,” ujar Hendra Minggu (31/08/2025).
Ia menyebutkan desain
Pelantar sendiri terinspirasi dari pelataran di Taman Tanjung Tenggarong, namun
diberi sentuhan lokal khas Sungai Mahakam.
“Tentunya ke depan, Pelantar
kita harapkan bisa menjadi ruang publik sekaligus daya tarik wisata baru di
Muara Kaman Ulu,” katanya.
Meski demikian,
diakui Hendra tantangan utama tetap pada kebutuhan biaya. Dirinya memperkirakan
proyek ini memerlukan dana hingga miliaran rupiah agar bisa rampung secara
sempurna. Sementara dana desa yang diterima tiap tahun harus dibagi untuk
berbagai program lain.
“Kalau untuk
pembangunan itu bisa sampai dua sampai tiga miliar. Tapi yang didapat di desa
kadang hanya 75 juta, kadang 100 juta,” jelas Hendra.
Untuk mempercepat
realisasi, pemerintah desa berencana menjalin kemitraan dengan perusahaan
sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan begitu,
pembangunan tidak hanya bergantung pada APBDes.
Lebih lanjut Hendra
menyebut dari sisi potensi, kawasan Sungai Matang memiliki keunggulan alami
berupa panorama matahari terbit yang menawan.
Sebab itu menurutnya jika ditata dengan baik, lokasi tersebut bisa menjadi destinasi unggulan sekaligus ruang bagi pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif warga.
“Pelan-pelan kita
bangun. Yang penting konsisten dan berkelanjutan. Mudah-mudahan ada tambahan
anggaran tahun depan dan perusahaan sekitar juga bisa membantu. Tujuan akhirnya
bukan hanya wisata, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hendra. (Adv/Tan)