Puluhan Wartawan Kaltim Ikuti UKW Angkatan Ke-39, Kolaborasi PWI Bersama SKK Migas
Foto bersama peserta UKW Kaltim angkatan ke-39. (pic:Ist)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR
: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan
Timur (KALTIM) kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-39 tahun
2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang WIEK Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo) Kaltim, terbagi dalam dua gelombang yakni pada 8–9 September dan
10–11 September 2025.
Pada pelaksanaan UKW
yang diikuti sekitar 37 wartawan dari berbagai Kabupaten Kota di Kaltim ini,
PWI Kaltim menggandeng Lembaga Uji Kompetensi Pikiran Rakyat Provinsi Jawa
Barat (Jabar) yang dipimpin Refa Riana, dan dukungan penuh SKK Migas.
Adapun penguji
lainnya di tingkat muda, madya serta utama adalah Endro S. Efendi, Achmad
Shahab, Wiwid Marhaendra Wijaya, Zainal Helmie, Felanans G. Mustari serta
Ricardo Bobby Lolowang.
Dalam sambutannya
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, menyampaikan
pentingnya profesionalisme jurnalis di tengah derasnya tantangan global dan
lokal.
Dalam kesempatan itu Ia
menyoroti peran penting Pers dalam memberikan informasi. Namun masih
mendapatkan berbagai tindak-tindakan yang seharusnya tidak diterima oleh
seorang wartawan.
“Kita lihat sejak
Oktober 2023, lebih dari 200 wartawan telah gugur di Gaza, sudah jelas gedung
itu ada tanda Persnya, namun masih menjadi sasaran serangan,” ujar Rahman dalam
sambutannya.
Berkaca dari hal
tersebut ia pun menilai Pers merupakan bagian penting dalam menyampaikan maupun
mengungkapkan kebenaran suatu peristiwa maupun informasi.
“Itu bukti betapa
pentingnya wartawan. Mereka ingin dibungkam agar informasi tidak utuh sampai ke
publik,” katanya.
Selain itu Rahman
juga menyoroti tantangan Pers saat ini. Terlebih di tingkat lokal, informasi
sangat di dominasi media sosial yang membuat pemberitaan yang merupakan karya
jurnalistik sulit menjangkau pembaca.
Sehingga berdampak terhadap kepercayaan publik pun ikut menurun.
“Sudah ada sekitar
200 aduan terkait produk jurnalistik. Artinya, masih banyak yang harus diuji
ulang. UKW diharapkan melahirkan wartawan berkualitas, yang tidak tunduk pada
algoritma, tetapi mengutamakan verifikasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala
Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, dalam sambutannya menegaskan bahwa
kompetensi wartawan tidak hanya berbicara soal pengetahuan dan keterampilan,
melainkan juga etika.
“Saya rasa para
peserta tidak perlu diragukan pengetahuannya, dan keterampilannya namun yang
juga harus menjadi perhatian khusus perlunya etika dalam segala aspek, jika
etika tidak menjadi hal utama makan dua aspeknya akan sulit,” terang Andi
Faisal.
Menurutnya juga UKW
menjadi fondasi utama wartawan dalam meningkatkan kualitas sebuah media.
Tentunya dengan harapan pemberitaan yang dihadirkan selain memberikan informasi
tetapi memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Saya tidak pernah
minta berita diturunkan. Tapi tolong, kurangi berita provokatif. Wartawan harus
peka dengan suasana, jangan justru memancing,” pesannya.
Kadisminfo Kaltim ini
juga mendorong agar wartawan berani menatap masa depan dengan kemandirian.
“Jangan berhenti di
level wartawan. Suatu saat harus bisa jadi pemimpin redaksi, bahkan pemilik
media, bisa mandiri,” tuturnya.
Dukungan datang juga dari Senior Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, Andi Irmawati. Ia menekankan, UKW bukan sekadar soal kelulusan, melainkan peningkatan kualitas pers.
“Harapannya, UKW
mampu melahirkan jurnalis profesional yang menyajikan informasi sehat dan
mencerdaskan masyarakat,” tandasnya. (Tan)