Lebak Cilong Fokus Kembangkan Ekonomi Lokal Lewat Pertanian, Perikanan, dan UMKM
Kepala Desa Lebak Cilong, Humaidi. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Warga Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara
Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini tak lagi hanya bergantung pada
sektor tradisional. Pemerintah desa mendorong lahirnya usaha baru di bidang
pertanian, perikanan, hingga UMKM, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dan memperkuat ekonomi desa.
Kepala Desa Lebak
Cilong, Humaidi, mengungkapkan potensi desa yang beragam tersebut perlu digarap
secara serius. Atas hal tersebut diakuinya pihak desa menempatkan pemberdayaan
ekonomi lokal sebagai prioritas utama pembangunan.
Langkah ini diyakini
mampu meningkatkan kemandirian desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi
masyarakat.
“Kami tidak ingin
masyarakat hanya bergantung pada sektor tradisional. Desa punya potensi besar
yang jika dikelola dengan baik bisa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,”
ujarnya, Senin (25/08/2025).
Humaidi juga
menegaskan dengan langkah sektor pertanian menjadi perhatian utama. Pemdes
mendorong petani untuk menggunakan teknologi sederhana yang dapat meningkatkan
produktivitas lahan. Sehingga hasil panen nantinya bisa dipasarkan lebih luas
melalui koperasi desa agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Selain pertanian, ia
menyebutkan pengembangan perikanan air tawar juga mulai digalakkan. Pemanfaatan
lahan perairan dinilai dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan
lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Tidak berhenti di
situ, Pemdes juga menyiapkan strategi pemberdayaan yang terintegrasi dengan
pembinaan UMKM.
Warga diarahkan untuk
mengikuti pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, serta mendapatkan akses
permodalan melalui koperasi maupun lembaga keuangan yang tersedia.
“Kami ingin UMKM di
desa tidak hanya bertahan, tapi juga bisa naik kelas. Apalagi sekarang peluang
digital sangat terbuka lebar,” jelas Humaidi.
Menurutnya, pemasaran
berbasis teknologi informasi akan memperluas jangkauan produk desa ke pasar
yang lebih luas.
Humaidi menegaskan,
keberhasilan program pemberdayaan ekonomi desa sangat bergantung pada sinergi
masyarakat. Ia menyebut kolaborasi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dan
pemuda menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih cepat.
“Kami percaya kalau semua bergerak bersama, desa akan lebih cepat maju. Pemdes hanya memfasilitasi, tapi masyarakatlah yang jadi motor penggerak,” tegasnya.
Dengan perencanaan
matang dan dukungan seluruh elemen desa, Humaidi berharap Lebak Cilong mampu
menjadi contoh desa mandiri yang tidak hanya kokoh secara sosial, tetapi juga
tangguh secara ekonomi di masa depan. (Adv/Tan)