Baliho Calon Bupati Terpasang, Teguh : Mereka Belum Tentu Lolos
TENGGARONG-
Dengan mudahnya melihat baliho besar calon Bupati Kukar di beberapa kecamatan,
Bawaslu kukar memastikan bukan bagian dari pelanggaran. Efektif pengawasan
pemilu akan dimulai per Januari 2020.
"Sebetulnya
figure yang ada dibaliho-baliho itu bukan calon bupati kukar, kami menyebut itu
baliho bakal calon bupati, karena mereka belum tentu lolos dan diusung parpol
nantinya," ujar Komisioner Bawaslu Kukar Teguh Wibowo, Kamis(17/10/2019)
siang dikantornya.
Teguh
menambahkan, karena masih sebatas bakal calon dan tahapan pendaftaran calon
juga belum dimulai, maka baliho yang terpasang bukan masuk ranah pelanggaran
pemilu.
"Asal
terpasangnya baliho ditempat yang ditentukan oleh pemerintah, serta tidak
menghina agama atau suku tertentu, silahkan saja dipasang," jelasnya.
Masih
menurut Teguh, efektifitas pengawasan akan intens di sekitar tahun depan,
karena tahapan sudah berjalan ke ranah pencalonan dan penetapan. Teguh meyakini
pengawasan Pilkada kukar 2020, jauh lebih ringan dari pemilu legeslatif April
lalu.
"Kalau
pileg calonnya banyak, kalau pilkada kukar nanti, kita perkirakan calonnya
maksimal empat pasangan calon," paparnya.
Teguh
menjelaskan, pengawasan yang berat, adalah penggiringan ASN ikut politik
praktis, sebagai bagian komitmen politik antara calon dengan ASN.
"Makanya
nanti kita akan kerja sama dengan Pemkab Kukar, sebagai upaya politik praktis
di ASN bisa dihindari," pungkasnya.(and-poskotakaltimnews.com)