Orang Tua dan Masyarakat Didorong Aktif Dukung Pendidikan Inklusi di Kukar
ilustrasi pendidikan inklusi
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kesuksesan sekolah inklusi di Kutai Kartanegara tidak hanya bergantung pada tenaga pendidik, tetapi juga dukungan orang tua dan masyarakat.
Plt. Kabid Pendidikan SMP
Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menekankan bahwa peran orang tua sangat
penting dalam memastikan anak berkebutuhan khusus merasa diterima dan nyaman di
sekolah.
“Kami mengajak orang tua
untuk lebih terbuka berkomunikasi dengan guru. Dengan begitu, strategi
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak bisa dirancang bersama,” ujar
Emy.
Ia menjelaskan, selain
orang tua, masyarakat juga memiliki peran signifikan. Lingkungan sekolah yang
inklusif tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya penerimaan dari komunitas
sekitar.
Menurutnya, sekolah
inklusi akan berjalan efektif jika didukung rasa empati serta kesadaran
kolektif. Dukungan masyarakat bisa berupa sikap menghargai, menghindari stigma,
hingga partisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.
“Kita ingin membangun
ekosistem pendidikan yang inklusif, bukan hanya sekolah inklusi. Jadi, semua
pihak harus berperan,” tegas Emy.
Disdikbud Kukar berencana
memperluas kegiatan sosialisasi inklusi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Langkah ini diambil agar pemahaman tentang inklusi tidak hanya dimiliki
sekolah, tetapi juga masyarakat luas.
“Kalau masyarakat
memahami, anak-anak berkebutuhan khusus tidak akan merasa berbeda. Mereka bisa
tumbuh dengan lebih percaya diri,” pungkasnya.(ADV)