Dua BUMDes Kukar Raih Juara Pertama Tingkat Provinsi
(Pamflet pengumuman BUMDES yang meraih juara di tingkat provinsi/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Kutai
Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan
Timur (Kaltim). Pencapaian ini diraih pada ajang penilaian BUMDesa/BUMK tingkat
provinsi tahun 2025.
BUMDes tersebut yakni
BUMDes Pelangi Muai dari Desa Muai berhasil meraih juara pertama kategori
pengelolaan keuangan dan aset, sementara BUMDes Citra Sejahtera dari Desa
Santan Ulu membawa pulang juara dua kategori inovasi terbaik.
Saat dikonfirmasi
Poskotakaltimnews Kamis (02/10/2025) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menilai kemenangan tersebut bukan sekadar kebanggaan,
tetapi bukti bahwa desa di Kukar mampu mengelola potensi ekonomi secara
profesional.
“Prestasi ini menunjukkan
BUMDes kita bisa bersaing, tidak hanya di Kaltim, tetapi juga siap menghadapi
tantangan yang lebih besar,” ujarnya.
Arianto menyebut, Kukar
konsisten menyumbang juara dalam penilaian BUMDes tingkat provinsi. Tahun ini,
selain dua pemenang, ada juga BUMDes Bersinar Desaku dari Muara Enggelam serta
Payang Sejahtera dari Sungai Payang yang masuk nominasi.
“Alhamdulillah, setiap
tahun Kukar tidak pernah absen. Ini menandakan kreativitas desa kita sangat
tinggi,” kata Arianto.
Meski demikian, ia
mengingatkan agar BUMDes tidak terlena dengan prestasi. Menurutnya, lomba
hanyalah bonus, sementara tantangan sebenarnya ada pada keberlanjutan usaha.
“Yang terpenting bukan
sekadar menang lomba, tapi bagaimana hasil BUMDes bisa dirasakan langsung oleh
masyarakat desa,” tegas Arianto.
Namun Arianto juga
berharap agar penghargaan tersebut berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari.
Tidak lupa ia menekankan
bahwa dengan perolehan juara tersebut, tentu tantangan besar yang dihadapi
BUMDes Kukar adalah menjaga transparansi dan profesionalitas.
Ia menilai selama ini,
tidak sedikit usaha desa yang mandek karena lemahnya manajemen dan keterbatasan
sumber daya manusia. Arianto pun menegaskan pihaknya terus mendorong penguatan
kapasitas pengelola.
“Kita ingin BUMDes Kukar
tidak hanya hebat di panggung lomba, tapi juga tangguh secara ekonomi,”
tegasnya.
Terkait peluang menuju
ajang nasional, Arianto menuturkan keputusan ada di tangan Pemerintah Provinsi
Kaltim. Namun ia memastikan dua BUMDes unggulan dari Kukar siap jika ditunjuk
sebagai wakil daerah.
“Kalau dipercaya, kami
siap. Tapi target utama tetap bagaimana desa menjadi mandiri,” tambahnya.
Dirinya juga menambahkan
prestasi ini menjadi pengingat bahwa BUMDes bukan sekadar etalase keberhasilan
desa, melainkan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal.
“ ika capaian itu tidak diikuti dengan kerja nyata di
tingkat akar rumput, penghargaan hanya akan menjadi simbol tanpa makna,”
tutupnya. (Adv/Tan)