Sekolah Filial Jadi Alternatif Pendidikan di Desa Terpencil Kukar

img

Plt. Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mencari cara untuk menjangkau anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah induk. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan membentuk sekolah filial di sejumlah wilayah.

Plt. Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menuturkan bahwa sekolah filial tidak secara khusus diatur dalam regulasi. Namun, keberadaannya menjadi solusi nyata bagi desa yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

“Sekolah filial itu sebenarnya tidak ada di dalam regulasi. Tetapi untuk membantu anak-anak di desa terpencil, misalnya di Kecamatan Muara Kaman seperti di Desa Liang Buayang dan Rantau Hempang, maka desa bisa mengajukan agar dibuka sekolah filial,” jelas Emy, Kamis (2/10/2025).

Guru yang mengajar di sekolah filial biasanya diperbantukan dari sekolah induk. Selain itu, tenaga pendidik lokal di desa juga dapat diberdayakan untuk menjalankan proses belajar mengajar.

Menurut Emy, jumlah sekolah filial di Kukar masih terbatas. Beberapa di antaranya beroperasi di SMP Negeri 1 Muara Kaman dan SMP Negeri 5 Kota Bangun.

“Jumlahnya tidak banyak, sejauh yang saya tahu hanya sekitar empat sekolah saja,” ucapnya.

Meski demikian, minat desa untuk mengajukan pembukaan sekolah filial terus meningkat. Pengajuan dari wilayah Kota Bangun dan Muara Kaman saat ini masih dalam proses analisis Disdikbud.

“Tidak mudah membangun unit sekolah baru. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, seperti jumlah siswa, ketersediaan guru, serta kelayakan sarana pendukung. Jadi setiap usulan tetap melalui kajian mendalam,” tegasnya.(adv)