Fathlon Nisa Dorong Perbaikan Fasilitas Sekolah dan Infrastruktur Pertanian di Kukar
Anggota DPRD
Kukar, Fathlon Nisa
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Fathlon Nisa, menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas sekolah serta perbaikan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, khususnya di daerah pinggiran Tenggarong. Menurutnya, kenyamanan siswa dalam belajar harus menjadi perhatian utama sebelum berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan.
Dalam wawancaranya pada
Senin (20/10/2025), Fathlon menegaskan bahwa banyak sekolah di Kukar yang masih
kekurangan sarana pendukung seperti ruang kelas, toilet (WC), dan ruang kepala
sekolah (KS). Ia menilai, keterbatasan fasilitas dasar tersebut dapat
mengganggu kenyamanan dan konsentrasi siswa saat belajar.
“Anak-anak itu harus
nyaman dulu di sekolah. Kalau fasilitas seperti WC kurang, tentu mereka jadi
tidak fokus belajar. Ini hal sederhana tapi sangat berpengaruh,” ujarnya.
Fathlon mendorong agar
penambahan ruang kelas menjadi prioritas dalam pengadaan sarana pendidikan di
Kukar. Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan
sekolah-sekolah di pusat kota, tetapi juga di wilayah pelosok yang kondisinya
masih tertinggal.
“Kalau bisa,
pengadaan-pengadaan yang mendesak seperti ruang kelas dan WC itu diprioritaskan
dulu. Karena masih banyak sekolah yang kekurangan,” katanya.
Selain sektor pendidikan,
Fathlon juga menyoroti kondisi infrastruktur di daerah pertanian, terutama di
kawasan ujung-ujung wilayah Tenggarong seperti di sekitar Bensamar. Menurutnya,
beberapa titik jalan dan saluran pertanian masih membutuhkan perhatian serius
agar aktivitas warga, khususnya petani, bisa berjalan lancar.
“Ada beberapa titik yang
masuk laporan ke saya, seperti jalan di Bensamar. Itu nanti akan kita
perjuangkan, tapi tentu harus disesuaikan juga dengan kemampuan keuangan
daerah,” jelasnya.
Politikus muda itu menegaskan,
sektor pertanian masih menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat Kukar,
sehingga pembangunan saluran irigasi dan infrastruktur penunjang pertanian
harus terus diperhatikan. Ia mengaku hasil reses menunjukkan banyak aspirasi
petani yang meminta perbaikan saluran air untuk mendukung produktivitas.
“Dari hasil reses kemarin,
banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi saluran pertanian. Jadi ini juga
jadi perhatian kami agar bisa segera ditangani,” ungkapnya.
Fathlon berharap, ke depan
pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran secara proporsional antara
pembangunan pendidikan dan sektor pertanian, karena keduanya memiliki dampak
langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau pendidikan dan
pertanian sama-sama kuat, otomatis kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Dua
sektor ini saling berkaitan,” pungkasnya.(adv/pk)