Dinkes Kukar Siap Jalankan Dua Program Utama Makanan Bergizi Gratis dan Etam Sejahtera

img

(Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kusnandar/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Sebagai upaya mendukung pelaksanaan misi pertama dibawah kepemimpinan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin dalam mewujudkan pemerataan pelayanan dasar di bidang kesehatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar menegaskan komitmennya melalui dua program prioritas, yakni Program Makanan Bergizi Gratis untuk Balita dan Lansia serta Program Etam Sejahtera.

Kedua program tersebut menjadi bagian penting dari dedikasi Pemkab Kukar untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan, memperoleh akses layanan kesehatan dan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kusnandar, menegaskan komitmen Dinkes dalam mendukung pelaksanaan misi tersebut yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Kusnandar mengatakan dari total 17 misi pembangunan daerah, Dinas Kesehatan berperan langsung dalam misi pertama, yakni “Terbaik dalam mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.”

Diakuinya program ini merupakan bentuk dedikasi Pemkab Kukar dalam memastikan layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat berjalan merata hingga ke pelosok desa.

“Untuk misi pertama, Dinas Kesehatan menjalankan dua program utama, yaitu makanan bergizi gratis bagi balita dan lansia, serta program Etam Sejahtera. Keduanya menjadi fokus dedikasi kami dalam mendukung visi Bupati Kukar,” jelas Kusnandar saat diwawancarai awak media Selasa (21/10/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam program Makanan Bergizi Gratis, Dinas Kesehatan memiliki dua peran penting, yakni pendampingan kader posyandu bidang kesehatan dan pengawasan keamanan serta gizi makanan.

Menurutnya, karena pelaksanaan program ini banyak berpusat di posyandu, maka pendampingan terhadap kader posyandu menjadi langkah strategis yang harus diperkuat.

“Kami melakukan pendampingan di posyandu, karena di sana ada kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan dasar. Maka peningkatan kapasitas mereka sangat penting. Selain itu, Dinkes juga bertanggung jawab terhadap kontrol keamanan dan gizi makanan yang disalurkan,” ujarnya.

Kusnandar menambahkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan memiliki peran besar, pelaksanaan program ini bersifat lintas sektor dan melibatkan banyak pihak. Dinkes sendiri hanya memegang data sasaran balita sebagai acuan pendampingan dan pengawasan gizi.

Selain itu, melalui Program Etam Sejahtera Dinas Kesehatan fokus memperkuat layanan berobat gratis cukup dengan KTP atau NIK.

Namun, Kusnandar menegaskan bahwa layanan ini tetap mengacu pada sistem kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa berobat cukup dengan NIK bukan berarti langsung bisa berobat tanpa mekanisme. Pastikan NIK terdaftar dan aktif di BPJS Kesehatan. Jika belum, segera lapor ke puskesmas agar bisa diproses ke kepesertaan JKN. Pemerintah menanggung iurannya bagi masyarakat prasejahtera,” jelasnya.

Dijelaskannya dalam hal ini Dinkes Kukar menyiapkan anggaran bantuan iuran BPJS Kesehatan  bagi warga yang tidak mampu, sementara proses verifikasi kepesertaan dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Sekarang verifikasi kepesertaan sudah melalui Disdukcapil, sementara yang prasejahtera melalui Dinsos. Harapannya, seluruh warga Kukar bisa terjamin kesehatannya tanpa terkendala biaya,” tambah Kusnandar.

Terkait dengan kader posyandu, Kusnandar menegaskan bahwa kualifikasi utama yang dibutuhkan bukan hanya pendidikan, tetapi juga kemauan dan komitmen.

Ia menyebutkan Dinkes Kukar memiliki 25 kompetensi dasar yang menjadi standar pelatihan bagi para kader kesehatan.

“Yang penting mau dulu. Soal pendidikan, kalau ada yang lulusan kesehatan masyarakat itu bagus, tapi yang utama adalah kemauan dan komitmen melayani masyarakat. Nantinya kami yang akan memberikan pelatihan kompetensi dasarnya,” tuturnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan kecamatan Loa Janan sebagai salah satu wilayah yang aktif dan berhasil dalam pembinaan kader posyandu.

Di wilayah tersebut, pelatihan kader dan kegiatan penimbangan serentak telah berjalan baik serta menunjukkan hasil signifikan dalam penanganan stunting.

“Loa Janan termasuk yang maju. Kami sering kirim narasumber pelatihan di sana, dan hasilnya cukup bagus. Jadi kami harap daerah lain bisa meniru semangat mereka,” terangnya. .

Melalui dua program unggulan tersebut, Kusnandar memastikan pihaknya akan berupaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar.

Selain itu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan memastikan akses layanan kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh warga Kutai Kartanegara. (Adv/Tan)