Pemkab Kukar Lakukan Penyesuaian Anggaran 2026, Fokuskan Belanja untuk Layanan Dasar dan Program Prioritas Daerah
(Kegiatan pemaparan Renja OPD Kukar 2025/pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Menjelang berakhirnya tahun 2025, Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengambil langkah strategis
dengan menyesuaikan kembali rencana kerja dan anggaran seluruh Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) untuk tahun 2026.
Langkah ini dilakukan
setelah terjadi pergeseran signifikan dalam proyeksi pendapatan daerah yang
berdampak pada besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Rapat pemaparan rencana
kerja anggaran perangkat daerah tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Odah
Etam, Kamis (30/10/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman
Basri.
Ia didampingi Sekretaris
Daerah (Sekda) Sunggono dan Plt Kepala Bappeda Sy Vanessa Vilna. Dalam
kesempatan tersebut, Aulia menegaskan pentingnya penyesuaian anggaran agar
perencanaan kerja perangkat daerah tetap realistis dan sejalan dengan kemampuan
fiskal daerah.
Menurut Aulia, penyesuaian
perlu dilakukan karena adanya perubahan besar dalam Dana Bagi Hasil (DBH) dari
pemerintah pusat. Sebelumnya Kukar diproyeksikan menerima sekitar Rp5,7
triliun, namun berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) terbaru, daerah
hanya akan menerima sekitar Rp1,5 triliun.
Melihat kondisi ini, Aulia
menekankan agar semua OPD harus menyesuaikan rencana kerjanya.
“ Jadi ada perubahan dalam
asumsi penerimaan daerah, sebagian bertambah dan sebagian berkurang.
Berdasarkan perhitungan sementara, APBD Kukar 2026 akan berada di kisaran Rp6,5
hingga Rp7 triliun,” jelas Aulia saat diwawancarai awak media disela-sela
kegiatan.
Bupati Kukar tersebut juga
menyebu, pada saat penyusunan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),
proyeksi APBD masih di angka Rp7,5 triliun.
Namun, karena RKPD
tersebut belum sepenuhnya diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman Terbaik 2025–2030 yang kini memasuki tahap
finalisasi, penyesuaian menjadi keharusan.
“ Pemkab Kukar juga telah
melakukan koordinasi dengan DPRD Kukar serta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
untuk memastikan keselarasan kebijakan pembangunan, termasuk pembahasan batas
wilayah IKN yang mencakup Samboja Barat, Muara Jawa, sebagian Loa Kulu, dan Loa
Janan,” katanya.
Dirinya juga memastikan
bahwa semua rencana telah berada dalam satu visi baik dari sisi anggaran,
ruang, maupun strategi antara eksekutif dan legislatif.
“ Karena itu, kita
mendorong seluruh OPD untuk segera menyesuaikan rencana kerjanya,” tegas Aulia.
Lebih lanjut Ia juga
menginstruksikan agar dalam tiga hari ke depan seluruh OPD memastikan tiga hal
utama. Pertama, belanja untuk pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan,
dan infrastruktur harus terakomodasi.
“ Kedua, program prioritas
nasional yang masuk dalam Asta Cita wajib diintegrasikan ke dalam APBD 2026.
Ketiga, program dedikasi daerah dalam visi Kukar Idaman Terbaik harus menjadi
bagian dari arah pembangunan,” terangnya.
Aulia juga menegaskan,
hasil evaluasi dari Sekda dan Bappeda seusai kunjungan ke IPDN Jatinangor
menjadi acuan dalam penyusunan anggaran baru.
Dikatakanya hasil kunjungan itu
mengintruksikan perlunya mengurangi belanja operasional dan perjalanan dinas,
serta menekan pengeluaran bersifat dokumentatif.
“ Fokus anggaran harus
diarahkan ke sektor yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pembangunan
jalan dan rumah sakit,” tutur Aulia.
Terakhir Aulia menekankan
bahwa penyesuaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Kukar dalam menjaga
stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah dalam APBD
benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara. (Adv/Tan)