Terkait TPP Tenaga Kesehatan, Feri Kombong : Harus Segera Diselesaikan Agar Pelayanan Tak Terganggu
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Isu keterlambatan dan ketidakpastian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit milik pemerintah kembali mencuat. Permasalahan yang sempat menjadi keluhan kalangan nakes ini kini mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Berau, khususnya Komisi I yang membidangi sektor kesehatan.
Disampaikan Anggota
Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong,
pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meminta
klarifikasi langsung Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr. Abdul Rivai. Meski
begitu, ia menyebut pembahasan teknis terkait akar masalah masih akan dikaji
lebih mendalam.
“Terkait hal ini kami
sempat tanyakan juga soal TPP ini dan sudah dijelaskan sekilas oleh Dinkes dan
perwakilan RSUD Abdul Rivai. Tapi secara teknis, kita akan panggil semua pihak
yang terlibat sampai ke Dinas teknisnya,” ujar Feri saat ditemui, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, persoalan
terkait TPP bagi tenaga kesehatan bukan hal baru, bahkan terjadi di banyak
daerah lain di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa solusi tetap bergantung
pada komitmen dan kebijakan pemerintah daerah.
“Menurut kami masalah TPP ini klasik, tidak
hanya di Berau tapi hampir di seluruh Indonesia. Tapi penyelesaiannya
bergantung pada pemerintah daerah masing-masing,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu
Feri Kombong, permasalahan TPP yang tidak kunjung tuntas bisa menjadi salah
satu faktor menurunnya motivasi tenaga medis, termasuk alasan beberapa dokter
memilih pindah dari Berau.
“Permasalahan TPP itu
juga alasan dokter di Berau sering tidak betah. Tapi pemerintah juga tidak bisa
menutup mata. Ini harus diselesaikan dan akan segera kami panggil semua pihak
terkait,” tegasnya.
Politikus yang dikenal vokal dalam isu pelayanan publik itu juga mengingatkan agar masalah kesejahteraan nakes tidak dibiarkan berlarut, sebab bisa berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kadang masalah pelayanan yang dibilang belum
maksimal itu mungkin juga karena faktor kesejahteraan nakes. Kalau semuanya
berjalan sesuai harapan, saya yakin pelayanan ke masyarakat juga akan lebih
optimal,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)