Ketua DPRD Kukar: RPJMD 2025–2029 jadi Pijakan Penganggaran APBD 2026
Ketua DPRD
Kukar, Ahmad Yani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani menegaskan bahwa penganggaran daerah tahun 2026 akan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2025–2029 yang baru saja disetujui bersama pemerintah daerah. Hal ini disampaikan Yani usai rapat paripurna pada Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, RPJMD menjadi
dokumen penting yang berfungsi sebagai pedoman utama bagi DPRD dan pemerintah
daerah dalam menjalankan program pembangunan selama lima tahun ke depan. Ia
bahkan menyebut RPJMD sebagai “kitab suci” dalam menjalankan roda pemerintahan
di Kukar.
“RPJMD 2025–2029 itu
menjadi pijakan kita, menjadi kitab suci Kukar dalam menjalankan pemerintahan
lima tahun ke depan. Semua program pemerintah harus sesuai dengan semangat yang
telah ditetapkan melalui Perda RPJMD,” tegas Ahmad Yani.
Yani menjelaskan,
keterlambatan penyampaian nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) APBD 2026 bukan disebabkan karena kelalaian DPRD, melainkan karena
proses penyesuaian dokumen pendukung yang belum lengkap.
“DPRD tidak punya niat
memperlambat pembahasan. Kami hanya menunggu dokumen-dokumen pendukung yang
dibutuhkan, termasuk data perubahan KUA-PPAS dan surat penjelasan dari
pemerintah daerah. Sekarang semuanya sudah diterima,” ujarnya.
Ia menambahkan, surat
balasan resmi dari pemerintah daerah baru diterima pada Kamis (6/11/2025), yang
menjadi dasar bagi DPRD untuk melanjutkan tahapan pembahasan nota keuangan.
Dengan demikian, pembahasan Raperda APBD 2026 dijadwalkan bisa dimulai usai
salat Jumat.
Selain itu, Ahmad Yani
juga menyinggung mengenai delapan desa yang baru ditetapkan sebagai desa
definitif. Ia menegaskan bahwa konsekuensi dari penetapan tersebut adalah
kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran desa pada tahun 2026.
“Setelah disetujui menjadi
desa definitif, tentu harus diikuti oleh kesiapan anggaran, baik dana desa
maupun alokasi dana desa. Pemerintah kabupaten harus menyiapkannya di APBD
2026,” tuturnya.
Menutup pernyataannya,
Ketua DPRD Kukar menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah
daerah agar seluruh kebijakan dan program kerja tetap berjalan berdasarkan
landasan hukum yang jelas.
“Membangun Kukar lima
tahun ke depan harus terfokus, tidak boleh ada rencana atau program yang keluar
dari RPJMD. Semua harus sejalan dengan perda yang telah kita sepakati bersama,”
pungkasnya.(ADV)