Legislatif dan Eksekutif Harus Satu Irama, Ahmad Yani Tekankan Pentingnya Sinergi Program Pembangunan
Ketua DPRD
Kukar, Ahmad Yani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan
program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran, tetapi
juga oleh kesamaan visi dan koordinasi antar pihak yang menjalankan kebijakan
publik.
“Legislatif dan eksekutif
harus berjalan satu irama. Kalau tidak sejalan, program pembangunan sulit
mencapai hasil maksimal. Sinergi itu penting agar kebijakan daerah bisa
bergerak selaras dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Ahmad Yani,
Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, DPRD
berperan tidak hanya dalam fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga sebagai
mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan setiap program pembangunan
sesuai arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kita di DPRD tidak hanya
mengoreksi, tapi juga memastikan setiap kebijakan pemerintah berjalan sesuai
arah perencanaan daerah. Ketika koordinasi terjalin baik, hasilnya akan lebih
tepat sasaran,” ujarnya.
Ahmad Yani juga menyoroti
pentingnya komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan DPRD dalam setiap proses
perencanaan maupun evaluasi program. Ia menilai, sinergi yang kuat dapat
mencegah tumpang tindih kebijakan dan mempercepat realisasi pembangunan di
berbagai sektor.
“Semua kebijakan harus
dikawal bersama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Jangan sampai ada
program yang jalan sendiri tanpa koordinasi. Itu yang sering membuat hasilnya
tidak optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia
menekankan bahwa DPRD Kukar berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi
pengawasan dan dukungan terhadap program prioritas daerah, khususnya yang
berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin Kukar
berkembang dengan landasan kerja sama yang kuat antara eksekutif dan
legislatif. Pengawasan tetap jalan, tapi semangatnya adalah kolaborasi, bukan
konfrontasi,” ungkap Yani.
Dengan semangat
kolaboratif tersebut, Ahmad Yani optimistis arah pembangunan Kutai Kartanegara
akan semakin terarah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup
masyarakat.(ADV)