Erwin Tegaskan Pengelolaan Sawit yang Baik Pasti Beriringan dengan Kesejahteraan Masyarakat

img

 Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Erwin.

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Erwin menyatakan kelapa sawit jadi salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian di Kaltim tidak terkecuali bagi masyarakat Kukar.

Bahkan menurut Erwin sektor kelapa sawit ini menjadi penggerak utama ekonomi nasional, khususnya melalui ekspor minyak sawit mentah (CPO).

“Namun, tantangan teknis dan lingkungan yang kompleks menuntut perhatian serius untuk menjamin keberlanjutan sektor ini,” kata Erwin kepada media ini, Rabu (12/11/2025).

Sebagai penghasil pendapatan daerah melalui pajak dan penyedia lapangan kerja bagi ratusan warga, industri kelapa sawit memiliki peran penting. Perkembangan sektor kelapa sawit ini tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dapat mengancam daya saing dan keberlanjutan.

“Salah satu isu utama adalah dampak lingkungan.Selain itu, kesenjangan produktivitas antara perkebunan besar dan rakyat menjadi masalah serius. Petani kecil sering kali kesulitan mendapatkan akses terhadap teknologi modern, benih unggul, dan praktik manajemen lahan yang baik,” ungkap Erwin.

Menurut Erwin yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI in, kondisi kesenjangan tidak hanya menurunkan hasil produksi, tetapi juga menghambat kemampuan petani kecil bersaing sisi pemasaran dan penjualan. Dirinya mengusulkan agar arahan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai inisiatif strategis pemerintah untuk mendukung petani dalam memperbarui kebun sawit mereka dengan benih unggul bisa direalisasikan di Kukar. Berdasarkan Permentan Nomor 03 Tahun 2022, program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit hingga usia ekonomisnya mencapai 30 tahun.

“Dengan memberikan bantuan dan panduan teknis kepada petani kecil, program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan rendahnya produktivitas akibat tanaman yang telah tua atau penggunaan benih tidak unggul. Namun, pelaksanaan PSR tidak lepas dari berbagai hambatan. Salah satu kendala utama adalah tingginya harga benih unggul,” jelasnya.

Politisi Golkar ini siap mendorong dan menguslkan agar diberlakukannya kebijakan pemberian subsidi benih oleh pemerintah sehingga menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban biaya replanting bagi petani kecil.

Penerapan standar juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program PSR. Standar ini memastikan bahwa benih unggul yang digunakan memiliki kemurnian genetis, produktivitas tinggi, dan ketahanan terhadap hama serta penyakit.

“Dengan mematuhi standar ini, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan menjaga keberlanjutan perkebunan mereka, sehingga petani kecil bisa sedikit mengimbangi perusahaan-perusahaan sawit, tidak seperti selama ini yang kesenjangannya cukup timpang dan jauh sekali. Dengan pengelolaan sawit yang baik pasti berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Kukar,” tegasnya.(adv)