Halili Dukung Penataan Trotoar demi Estetika dan Kenyamanan Kota

img

Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Halili Adinegara

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan terus melakukan pembenahan infrastruktur publik guna memperindah wajah kota dan meningkatkan kenyamanan warganya. Salah satu langkah yang kini tengah berjalan adalah perbaikan serta penataan trotoar di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Balikpapan Selatan.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan yang juga Ketua Fraksi PKB, Halili Adinegara. Ia menilai upaya pemerintah dalam mempercantik trotoar merupakan langkah positif yang tidak hanya berorientasi pada keindahan kota, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bagi para pejalan kaki.

“Trotoar yang diperbaiki dan dipercantik ini tentu bukan sekadar menambah nilai estetika kota, tapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang berjalan kaki. Ini bagian dari wajah kota yang harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Halili Adinegara pada Senin (10/11/2015).

Menurutnya, trotoar yang tertata rapi akan menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan kota yang layak huni dan berwawasan lingkungan. Ia juga menilai bahwa pembangunan fasilitas pedestrian adalah bagian integral dari upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota modern dan ramah pejalan kaki.

Meski demikian, Halili menegaskan agar penataan trotoar dilakukan secara merata di seluruh wilayah kota, bukan hanya terfokus di satu area. “Kami dari Komisi III berharap agar pembangunan trotoar tidak hanya dilakukan di Balikpapan Selatan, tetapi juga menyentuh wilayah lain. Prinsip pemerataan pembangunan harus dijaga agar seluruh masyarakat Balikpapan bisa menikmati hasil pembangunan secara adil,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan kondisi kota yang terus berkembang, kebutuhan terhadap fasilitas publik yang aman dan nyaman juga semakin meningkat. Trotoar, lanjutnya, bukan hanya pelengkap jalan, melainkan ruang publik yang dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki, mengurangi kemacetan, serta menekan polusi udara.

Selain itu, penataan trotoar juga dinilai dapat memberi dampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata. Trotoar yang bersih, rapi, dan menarik secara visual akan membuat kawasan kota lebih hidup, sehingga mampu menarik minat wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar.

“Kalau trotoarnya bagus, tertata, dan nyaman, orang akan senang berjalan-jalan. Dampaknya, usaha kecil di sepanjang jalan juga bisa lebih berkembang. Jadi manfaatnya bukan hanya soal keindahan, tapi juga ekonomi masyarakat,” jelas Halili yang juga pensiunan Polisi Militer Angkatan Darat.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Balikpapan yang terus berupaya memperkuat infrastruktur dasar dengan sentuhan estetika modern. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat penting agar setiap program pembangunan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.

Komisi III DPRD Balikpapan, lanjut Halili, berkomitmen untuk terus mendukung program penataan trotoar dan ruang publik lainnya. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah dalam upaya memperindah kota. DPRD akan mengawal agar anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan secara maksimal dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya komitmen bersama tersebut, diharapkan penataan trotoar di Balikpapan dapat terus berlanjut hingga ke seluruh wilayah. Upaya ini bukan hanya tentang membangun fisik, melainkan juga tentang menciptakan suasana kota yang lebih manusiawi, di mana pejalan kaki memiliki ruang aman dan nyaman untuk beraktivitas.

Ke depan, Halili berharap Balikpapan dapat menjadi contoh kota di Kalimantan Timur dalam hal penataan ruang publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Kita ingin Balikpapan menjadi kota yang bukan hanya maju dari sisi pembangunan ekonomi, tapi juga unggul dari sisi kenyamanan warganya,” pungkasnya.

Dengan visi itu, Balikpapan diharapkan semakin memperkuat identitasnya sebagai kota hijau, modern, dan ramah pejalan kaki—tempat di mana pembangunan infrastruktur dan keindahan kota berjalan beriring.(mid)