Pemkab Kukar Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih untuk Optimalkan Potensi Wilayah
(Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas Koeprasi Merah Putih Kabupaten Kutai Kartanegara/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR:
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong optimalisasi
Koperasi Merah Putih, program strategis nasional yang diinisiasi Presiden
Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian desa dan kelurahan. Salah satu
langkah nyata dilakukan melalui pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus
dan pengawas koperasi, yang digelar di Pendopo Odah Etam, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini diikuti 130
peserta dari lima kecamatan, yakni Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu,
Sebulu, dan Loa Janan, sebagai tahap awal pembinaan terhadap koperasi desa yang
telah terbentuk di Kukar.
Asisten II Setkab Kukar
Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Ahyani Fadianur Diani, mengatakan pelatihan
tersebut menjadi bekal penting bagi pengurus agar mampu mengelola koperasi
secara profesional dan berorientasi pada potensi wilayah masing-masing.
“Masih banyak koperasi
yang belum berjalan optimal, bahkan sebagian belum menentukan bidang usahanya.
Padahal peluangnya besar, mulai dari sembako, perikanan, perkebunan, hingga kesehatan,”
ujarnya.
Ahyani menegaskan,
koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik lokal agar
keberadaannya tidak sebatas administratif, tetapi benar-benar berperan sebagai
penggerak ekonomi masyarakat.
“Yang penting koperasi
jangan stagnan. Harus berputar dan memberi manfaat bagi anggotanya,” tambahnya.
Ia berharap seluruh
pengurus Koperasi Merah Putih mampu menerapkan hasil pelatihan untuk
menghidupkan kembali kegiatan usaha di tingkat desa dan kelurahan.
“Banyak potensi yang bisa
dikembangkan sesuai kondisi daerah masing-masing. Kalau pengurusnya aktif,
koperasi bisa berjalan dan memutar perekonomian lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor,
menjelaskan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan materi yang
mencakup prinsip kelembagaan koperasi, kewirausahaan, kepemimpinan, manajemen
keuangan, hingga penyusunan proposal usaha.
“Kalau kelembagaannya
bagus tapi usahanya tidak jalan, ya percuma. Tapi kalau usahanya jalan tanpa
kelembagaan yang kuat, nanti repot dalam pertanggungjawaban,” jelasnya.
Thaufiq menambahkan, dari
total 237 koperasi desa dan kelurahan di Kukar, baru sekitar tujuh koperasi
yang beroperasi aktif, sementara sisanya masih dalam tahap pengembangan. Pemkab
Kukar terus melakukan pendampingan agar koperasi mampu bermitra dengan lembaga
strategis seperti Bulog, Bank Indonesia, dan Pertamina.
“Kendalanya berbeda-beda
di tiap wilayah, jadi pendekatannya tidak bisa disamakan. Namun, kami terus
dampingi agar koperasi ini benar-benar hidup dan mandiri,” tutupnya. (Adv/Tan)