Program Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz di Kukar, Dipastikan Terus Berlanjut

img

(Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan keberlanjutan dua program unggulan bidang keagamaan yang telah memberi dampak luas bagi masyarakat, yakni Program Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz.

Kedua program ini kini memasuki tahap rekrutmen angkatan ke-6 pada akhir 2025.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar Dendy Irwan Fahriza menyampaikan, kedua program tersebut merupakan implementasi nyata dari visi Kukar Idaman Terbaik, yang menekankan pada pembentukan sumber daya manusia yang berakhlak, religius, dan berkarakter kuat.

“Program Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz insyaallah akan tetap berlanjut. Kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya dan mudah-mudahan seleksi bisa mulai berjalan pada November nanti,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Dendy menjelaskan, Program Da’i Masuk Desa hadir sebagai solusi atas minimnya tenaga pengajar agama di beberapa wilayah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui program ini, para da’i tidak hanya berperan sebagai penceramah, tetapi juga menjadi pembina kegiatan keagamaan dan penggerak sosial masyarakat.

Sementara itu, Program Satu Desa Satu Tahfidz merupakan pengembangan dari inisiatif Satu Hafiz Satu Desa, yang menyiapkan para penghafal Al-Qur’an sebagai tenaga pendidik agama di sekolah-sekolah.

Pemkab Kukar membuka peluang bagi para tahfidz untuk direkrut melalui mekanisme guru honor dengan dukungan dana BOS dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Rekrutmen tahun 2025 akan difokuskan pada kecamatan, kelurahan, atau desa yang belum memiliki da’i maupun tahfidz. Kami ingin memastikan pemerataan penempatan di seluruh wilayah Kukar,” jelas Dendy.

Ia menambahkan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 250 da’i dan tahfidz yang tersebar di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan. Namun masih ada beberapa wilayah yang belum terisi tenaga keagamaan, sehingga menjadi fokus utama rekrutmen berikutnya.

Untuk mempercepat pemerataan, Pemkab Kukar akan mengundang seluruh camat dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam rapat pemetaan wilayah, guna memperbarui data penempatan tenaga keagamaan.

“Kami akan paparkan data desa dan kelurahan yang dari angkatan pertama sampai kelima belum ada perwakilan da’i atau tahfidznya,” tegasnya.

Dendy menegaskan, kontribusi program ini sudah terasa nyata, terutama dalam kegiatan safari subuh kepala daerah di berbagai kecamatan seperti Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, dan Kota Bangun. Para imam dan petugas kegiatan keagamaan di wilayah-wilayah tersebut merupakan hasil dari program pembinaan ini.

“Jadi program ini bukan hanya tentang dakwah, tapi juga tentang membangun karakter dan moral masyarakat Kukar. Kami ingin nilai-nilai religius ini tumbuh kuat hingga ke tingkat desa,” tandas Dendy. (Adv/Tan)