Reses di Manunggal Jaya dan Bangun Rejo, Sugeng Berikan Motivasi untuk Jadi Petani Milenial
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sugeng Hariadi
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kutai
Kartanegara (Kukar) Sugeng Hariadi memberikan kesan yang inovatif pada kegiatan
reses nya di dua desa di Kecamatan Tenggarong Seberang pekan lalu.
Sugeng yang merupakan Politisi PDIP pada kegiatan reses nya kali
ini menyampaikan tentang petani milenial. “Kami reses di Manunggal Jaya dan
Bangun Rejo. Terkait petani milenial kami menyampaikan dan membangkitkan dari
manfaat petani milenial di saat kita ini di situasi ekonomi kita yang tidak
membaik,” kata Sugeng kepada media ini, Sabtu (15/11/2025).
Sugeng mengungkapkan solusi menjadi petani milenial adalah langkah
konkret di tengah kondisi perekonomian yang menurun dan dihadapi oleh daerah
yang mengandalkan sektor ekstraktif yakni sumber daya alam yang tidak
terbarukan, ditambah lagi saat ini perusahaan tambang sudah banyak yang tutup.
“Perusahaan juga banyak yang tutup sehingga peluang di perusahaan
semakin menyempit dan mereka harus beralih berinovasi di pertanian, saya reses
mengajak ke mereka untuk berinovasi untuk bertani karena itu kehidupan usaha
yang jangka panjang dan kita juga harus berinovasi di situ karena pemerintah
sudah mendukung dan memfasilitasi mereka, mereka hanya menjalankan,” jelasnya.
Anggota DPRD asal Daerah Pemilihan (Dapil) II ini memaparkan
fenomena yang terjadi sekarang adalah generasi milenial cendrung tidak mau
menjadi petani. Mereka enggan bekerja di panas-panasan, bekerja keras di
ladang, dan lainnya. Ditambah lagi akses informasi di era milenial saat ini
yang sangat memungkinkan para milenial mendapatkan pekerjaan atau skill yang
menghasilkan pendapatan lebih banyak dari bertani dengan efford yang lebih
sedikit.
Menurut Sugeng generasi milenial saat ini juga melihat adanya
resiko dalam bertani sangat besar, seperti gagal panen, kelangkaan pupuk, hama
tanaman, cuaca yang tidak pasti dan lain sebagainya. Mayoritas keluarga
petani memilih menyekolahkan anaknya hingga sekolah tinggi atau sarjana
sehingga semakin memperkecil kemungkinan mereka untuk terjun di dunia
pertanian.
“Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Kementerian pertanian
(Kementan) bersama pemerintah daerah mengadakan program petani Milenial,
sejalan dengan program tersebut pula mendasari kami mengadakan reses kemarin
khusus membahas soal petani milenial,” papar Sugeng.
Petani milenial adalah program pengembangan wirausaha tani yang
melibatkan petani-petani muda di bidang pertanian, peternakan, perikanan,
perkebunan, dan kehutanan serta korporasi/para pemangku kepentingan lain agar
terciptanya ekosistem pertanian yang mandiri, maju dan berkelanjutan.
Program petani milenial ini bertujuan untuk menjadi salah satu
usaha dalam pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Selain itu,
program ini juga dapat digunakan untuk mengembangkan semangat kewirausahaan di
kalangan generasi muda milenial dalam usaha pertanian dan meningkatkan produksi
pangan, hortikultura, dan peternakan.
“Pengadaan petani milenial juga sebagai langkah dalam
menanggulangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja sebagai salah satu
langkah untuk memajukan budidaya pertanian di Kukar khususnya dan Kaltim pada
umumnya,” tutup Sugeng.(adv)