Terima Kritik Mahasiswa, Pemkab Kukar Pastikan Evaluasi Penyaluran Beasiswa Kukar Idaman
Pemkab Kukar menerima aksi mahasiswa mengenai keterlambatan pembayaran beasiswa. (pic : tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai
Kartanegara (Kukar) memastikan tetap membuka ruang dialog dengan mahasiswa, terkait
kritik atas keterlambatan penyaluran Beasiswa Kukar Idaman Tahun 2025. Evaluasi
terhadap mekanisme pencairan menjadi perhatian pemerintah setelah pembayaran
tahap kedua mulai dicairkan sejak Senin (17/11/2025) dengan total penerima
sebanyak 4.015 mahasiswa, santri, dan pelajar melalui APBD-P 2025 senilai Rp16
miliar.
Sebelumnya,
keterlambatan terjadi akibat perubahan mekanisme pada Agustus lalu, ketika
beasiswa stimulan terpaksa disesuaikan karena membludaknya jumlah pendaftar.
Besaran beasiswa S1
yang semestinya Rp5 juta harus dipangkas menjadi Rp1,6 juta, memicu protes dari
mahasiswa yang menggantungkan kebutuhan pendidikan pada bantuan tersebut. Sisa
kekurangan kemudian dialokasikan kembali melalui APBD-P, namun pencairannya
tidak sesuai jadwal yang telah dijanjikan.
Kondisi ini mendorong
mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi di Kantor
Bupati Kukar pada Selasa (18/11/2025).
Mereka meminta Pemkab
Kukar mengevaluasi mekanisme penyaluran beasiswa serta memastikan pelayanan
publik khususnya di sektor pendidikan dilakukan lebih tepat waktu dan tepat
sasaran.
Aksi tersebut
berakhir dengan dialog antara mahasiswa dan perwakilan Pemkab Kukar, dihadiri
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Taufik Hidayat,
Kabag Kesra Dendy Irwan Fahriza, serta perwakilan BPKAD Kukar.
Taufik menyampaikan
bahwa pemerintah menerima kritik mahasiswa sebagai masukan untuk memperbaiki
pelayanan.
Ia menegaskan bahwa
pencairan beasiswa tahap kedua saat ini sudah berjalan dan sebagian besar
penerima telah mendapatkan haknya.
“Alhamdulillah beasiswa ini bertahap sudah
cair, dan proses terus berjalan sehingga sebagian besar sudah menerima beasiswa
tahap kedua ini,” ujarnya.
Ia menilai kritik
mahasiswa sebagai dorongan positif bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas
layanan.
“Namanya mahasiswa ya
kita support saja apa yang disampaikan. Artinya ada kondisi yang memang perlu
dorongan penguatan. Ini sangat positif sekali memperbaiki pelayanan kami,”
tegasnya.
Terkait kuota
beasiswa tahun 2026, Taufik menjelaskan bahwa penetapannya tetap mengacu pada
kuota yang berjalan sambil menunggu kebijakan Bupati.
Namun pemerintah berharap jumlah kuota dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dan visi misi kepala daerah, Kukar Idaman Terbaik.
“Dan mudah-mudahan kalau dalam proses
perkembangan kebijakan Bupati sesuai visi misinya, mungkin mudah-mudahan lebih
dari itu,” tutupnya. (Adv/Tan)