Dari Tradisi ke Ekonomi Kreatif, Tenun Ikat Flobamora Bumi Jaya Bangkitkan Peluang Perempuan Talisayan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Warisan budaya Tenun Ikat Flabamora, perlahan menjelma menjadi sumber ekonomi baru bagi para perempuan di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau. Kelompok penenun yang beranggotakan 13 perempuan ini kini mendapat pendampingan intensif dari Fasilitator Kampung (Faskam) Bumi Jaya, Siti Nur Alizah Ramadhani.
Menurut penjelasannya, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan
pemasaran, saat ini hanya mengandalkan lima unit alat tenun, para ibu-ibu yang
sebagian besar tinggal di RT 02 dan RT 10—dikenal sebagai Kampung
Timur—menjalankan aktivitas menenun sebagai rutinitas harian di sela waktu
luang.
“Tenun Flobamora yang
mereka hasilkan merupakan perpaduan motif dari berbagai daerah, menghadirkan
keunikan tersendiri pada setiap lembar kain,” terangnya.
Meski demikian
tambahnya, tradisi turun temurun masih sangat dijaga. Aktivitas menenun tidak
diperbolehkan dilakukan pada malam hari ataupun ketika ada warga yang meninggal
dunia, karena dianggap “pamali” oleh masyarakat setempat.
“Dari sisi produksi,
para penenun menghadapi kendala bahan baku yang sebagian besar harus
didatangkan dari luar daerah, termasuk Flores,” ujarnya.
Hal ini membuat biaya
produksi meningkat dan waktu pengerjaan menjadi lebih panjang. Untuk menyiasati
hambatan tersebut, para penenun mulai memanfaatkan platform belanja daring
seperti Shopee yang dinilai lebih efisien.
Pendampingan dari
Sigap Bumi Jaya turut membantu kelompok penenun agar lebih produktif, baik
dalam pengadaan bahan maupun dalam pemasaran hasil tenun. Koordinasi dengan
pemerintah kampung terus dilakukan untuk mengembangkan kerajinan ini agar
semakin dikenal luas sebagai produk budaya bernilai ekonomi tinggi.
“Kami juga sedang menyiapkan pengajuan proposal untuk mengadakan pelatihan-pelatihan tenun,” ujar Siti Nur Alizah.
Saat ini, kelompok
tenun Bumi Jaya telah memiliki sejumlah model tenun, termasuk motif dengan
sentuhan khas Berau. Upaya pengembangan ini diharapkan mampu menjadikan tenun
Flobamora Bumi Jaya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai
pendorong ekonomi kreatif bagi perempuan di Kecamatan Talisayan. (sep/FN)