Kesadaran Menikah Resmi Meningkat, Angka Pernikahan di Berau Naik Sepanjang 2025
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Kesadaran masyarakat Kabupaten Berau untuk
menikah secara resmi dan tercatat negara kian meningkat. Sepanjang tahun 2025,
Kementerian Agama (Kemenag) Berau mencatat
sebanyak 1.766 peristiwa nikah naik sekitar 5,2 persen dibandingkan
tahun sebelumnya.
Kepala Kemenag Berau,
Kabul Budiono, menyebut kenaikan tersebut tidak semata karena bertambahnya
pasangan baru, tetapi juga didorong oleh semakin banyaknya pasangan yang
memilih melegalkan pernikahan mereka.
“Adapun program nikah
massal sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang sebelumnya terkendala
biaya atau administrasi,” kata Kabul, belum lama ini.
Selain nikah massal,
peningkatan angka pernikahan juga dipengaruhi pasangan yang sebelumnya menikah
siri. Saat mengurus berbagai keperluan administrasi, seperti dokumen
kependudukan dan pendidikan anak, banyak dari mereka akhirnya memilih menempuh
isbat nikah hingga menikah ulang secara resmi.
“Kami masih menemukan
pasangan menikah siri, tapi karena saksi sudah meninggal atau syaratnya tidak
lengkap, mereka harus melalui isbat dan menikah ulang,” jelasnya.
Sementara dari sisi
wilayah, Kecamatan Tanjung Redeb masih menjadi penyumbang pernikahan terbanyak
dengan 364 peristiwa nikah. Disusul Sambaliung 272 pernikahan, Segah 175, Teluk
Bayur 170, Gunung Tabur 157, dan Kelay 116 pernikahan. Sementara wilayah pesisir
juga menunjukkan angka yang cukup signifikan. Kecamatan Talisayan mencatat 116
pernikahan, Pulau Derawan 97, Biduk-Biduk 79, Batu Putih 78, Biatan 76, Tabalar
53, serta Maratua 14 pernikahan.
Kabul berharap tren positif ini terus berlanjut pada 2026, seiring dengan peningkatan kualitas layanan pencatatan nikah. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menjadikan pernikahan siri sebagai pilihan utama.
“Pernikahan yang
tercatat resmi memberi kepastian hukum dan kemudahan administrasi bagi
keluarga. Kami selalu membuka ruang konsultasi bagi masyarakat,” pungkasnya.
(sep/FN)