Perubahan Pola Aktivitas Ramadan Picu Risiko Human Error, Disdamkarmatan Pastikan Kesiapsiagaan Penuh
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Perubahan pola aktivitas masyarakat selama Ramadan dinilai berpotensi meningkatkan risiko terjadinya human error atau kelalaian yang dapat memicu kebakaran.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara memastikan kesiapsiagaan penuh sepanjang bulan suci tahun ini.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani yang akrab disapa Afe, mengatakan bahwa bulan suci Ramadan merupakan bulan yang sangat dinantikan dan membahagiakan bagi umat muslim.
Namun pada bulan ini juga membawa perubahan signifikan dalam ritme kehidupan masyarakat, khususnya umat Muslim.
“Selama Ramadan ada perubahan kehidupan sosial masyarakat. Orang bangun dini hari untuk sahur atau menyiapkan sahur. Kalau biasanya jam-jam itu orang beristirahat, pada jam tersebut justru beraktivitas,” ujarnya saat diwawancarai Poskotakaltimnews, Selasa (10/02/2026).
Menurutnya, aktivitas di waktu dini hari tersebut berpotensi menimbulkan risiko kebakaran akibat kondisi human eror atau kurang fokus. Selain itu kondisi mengantuk, kurang hati-hati, hingga teledor saat memasak maupun menggunakan peralatan listrik menjadi salah satu perhatian utama.
“Kami sudah melakukan mapping dan memandang itu sebagai salah satu potensi ancaman. Human error bisa saja terjadi karena mengantuk atau kurang waspada. Tapi tentu kami berharap hal itu tidak terjadi,” jelasnya.
Meski demikian, Afe menegaskan tidak ada perlakuan khusus atau penurunan standar selama Ramadan. Justru, Disdamkarmatan Kukar berada dalam kondisi siaga penuh tanpa mengenal level kesiapsiagaan.
“Pemadam tidak boleh kendor sedikit pun. Tidak ada level 1, 2, atau 3. Kesiapsiagaan kami merah terus, harus siaga terus,” tegas Afe.
Sebagai langkah antisipasi, Afe mengatakan pihaknya juga telah melakukan pemetaan (mapping) terhadap potensi risiko yang mungkin muncul selama Ramadan, menyesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat yang berubah selama satu bulan penuh.
Kadisdamkarmatan Kukar tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di waktu dini hari menjelang sahur maupun saat menyiapkan hidangan berbuka nantinya.
“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan kompor dalam kondisi aman setelah digunakan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta memeriksa instalasi listrik di rumah. Kalau mengantuk, sebaiknya jangan memaksakan diri memasak atau melakukan aktivitas yang berisiko,” pesannya.
Ia juga meminta warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta memastikan peralatan elektronik dicabut saat tidak digunakan.
“Hal-hal kecil seperti memastikan regulator gas terpasang dengan benar dan mematikan peralatan listrik sebelum tidur itu sangat penting. Kewaspadaan dimulai dari rumah masing-masing,” tambahnya.
Afe menegaskan, jika terjadi keadaan darurat, masyarakat
diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran agar dapat ditangani
dengan cepat dan tepat. Ia berharap, dengan kerja sama dan kewaspadaan bersama,
Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 ini dapat berjalan aman dan kondusif tanpa
insiden kebakaran. (Tan)