Ramli Warga Tanjung Redeb Diserang Orang tak Dikenal di Dalam Rumahnya
POSKOTAKALTIMNEW, BERAU : Peristiwa penikaman dialami oleh Ramli (56) warga Jalan Bujangga, Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 20.15 Wita, sempat membuat geger warga sekitar.
Pada malam kejadian, saat
itu korban tengah beristirahat bersama sang istri, Ida (49). Suasana malam
berlangsung biasa, hingga terdengar sebuah suara mencurigakan dari arah balik jendela.
Saat korban melakukan
pengecekan di kamar lainnya, tiba-tiba disergap dari belakang oleh orang tak
dikenal. Pelaku memiting tubuh korban dengan kuat, tanpa memberi kesempatan
melawan, langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam jenis badik.
Kapolres Berau AKBP
Ridho Tri Putranto melalui Kasubsipenmas Iptu Muhammad Kasim Kahar membenarkan
kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban mengalami luka yang cukup serius
akibat serangan tersebut.
“Korban mengalami
luka tusuk di beberapa bagian tubuh, di antaranya satu tusukan di perut, tiga
di lengan kiri, satu di bawah ketiak kiri, lima di punggung, serta sejumlah
luka sayatan lainnya. Saat ini masih dirawat intensif di RSUD Abdul Rivai,”
jelasnya.
Tak lama setelah
kejadian, polisi langsung bergerak cepat. Lokasi kejadian perkara (TKP)
diamankan dan dipasangi garis polisi. Tim Reskrim dan Identifikasi pun
diterjunkan untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan barang bukti. Dari
hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan
pelaku, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Sementara itu, saksi
lain bernama Fauziah (31) mengaku sempat melihat seorang pria tak dikenal
berjalan cepat di sekitar rumah korban sesaat sebelum kejadian. Tidak lama
kemudian, ia mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah, yang semakin
menguatkan dugaan adanya aksi kekerasan tersebut.
Hingga kini,
identitas pelaku masih menjadi misteri. Polisi menduga kuat bahwa pelaku masuk
ke dalam rumah melalui jendela yang dibuka secara paksa, mengarah pada dugaan
tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Namun demikian, kemungkinan
motif lain seperti dendam pribadi juga masih didalami.
“Penyelidikan masih
terus berjalan. Kami belum bisa memastikan motifnya, apakah murni pencurian
atau ada faktor lain. Tim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” tegas
Kasim.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi kejahatan di lingkungan tempat tinggal. Warga yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku diminta segera melapor.
Peristiwa ini menjadi
pengingat bahwa rasa aman di dalam rumah pun bisa runtuh dalam sekejap. Dari
sebuah jendela yang terbuka, teror masuk tanpa permisi meninggalkan luka,
trauma, dan pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. (sep/FN)