Kebakaran di Sekitar Taman Kota Raja Tenggarong Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah
Kebakaran yang di sekitar Taman Kota Raja. (Doc. Warga)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kebakaran yang muncul di sekitar Taman Kota Raja, Jalan Robert Wolter Monginsidi, Kecamatan Tenggarong, Kamis (25/6/2026) petang, diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah.
Kejadian di pinggir jalan protokol tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengendara yang melintas, bahkan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit terganggu karena banyak pengendara memperlambat laju kendaraannya untuk melihat peristiwa tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.56
WITA. Kobaran api yang terus membesar akibat tiupan angin membuat warga
khawatir api merembet ke area sekitar Taman Kota Raja.
Sejumlah warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar agar segera dilakukan penanganan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdamkarmatan Kukar mengerahkan tiga personel menggunakan Unit Bentong 1 menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman agar kobaran api tidak merambat ke area lain.
Petugas Disdamkarmatan Kukar, Proklananda, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan api diduga berasal dari pembakaran sampah.
Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar hingga memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.
"Awalnya dari pembakaran sampah, saat angin bertiup kencang, api sempat menjalar sehingga warga panik dan meminta bantuan petugas," ujarnya.
Menurut Proklananda, proses pemadaman berlangsung sekitar lima menit. Namun setelah api dinyatakan padam, petugas masih melakukan pemeriksaan karena bara api sempat kembali menyala di beberapa titik.
"Kurang lebih lima menit proses
pemadaman. Api sempat padam, kemudian menyala lagi sehingga perlu dilakukan
penanganan lebih lanjut agar tidak merambat," katanya.
Setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam, petugas melakukan pendinginan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kobaran api susulan.
Langkah tersebut dilakukan agar tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka.
Tidak ada pula bangunan yang terdampak dalam insiden tersebut sehingga situasi kembali kondusif setelah penanganan selesai.
"Tidak ada korban, aman. Alhamdulillah," tutupnya. (kriz)