PPP Ingatkan Pemkab Berau Jangan Terlalu Berorientasi Pembangunan Dalam Kota, Pedalaman dan Pesisir Juga Perlu Penanganan
Suharno dari Fraksi PPP DPRD Berau.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Sebagai catatan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
DPRD Kabupaten Berau perlu mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, jangan
hanya melakukan pembenahan dalam kota semata, tapi juga harus memberi perhatian terhadap pembenahan infrastruktur,
pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat di
Pernyataan itu
disampaikan Jubir Fraksi PPP, Suharno dalam rapat Paripurna DPRD Berau saat
menyampaikan pandangan akhir Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025,
beberapa waktu yang lalu.
“Keberhasilan
pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur di pusat kota maupun
tingginya angka serapan anggaran. Lebih dari itu, ukuran sesungguhnya adalah
ketika seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan
secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Suharno.
Menurutnya lagi,
pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar
kesenjangan antara kawasan perkotaan dengan wilayah pedalaman maupun pesisir
tidak semakin lebar. Sudah selayaknya seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten
Berau harus dapat menikmati hasil pembangunan secara merata.
“Jangan sampai
pembangunan hanya terpusat di wilayah perkotaan, sementara masyarakat di
pedalaman dan pesisir masih menghadapi keterbatasan infrastruktur maupun
pelayanan publik," tukasnya.
Tambah Suharno, di
samping tata kelola anggaran yang dinilai masih memerlukan pembenahan. Masih
adanya sejumlah program yang realisasinya belum maksimal menunjukkan perlunya
peningkatan koordinasi antar lembaga pemerintah.
“Untuk itu kami dari
Fraksi PPP meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
proses perencanaan pembangunan agar seluruh program yang telah disusun dapat
direalisasikan tepat waktu,” tandasnya lagi.
Selain itu, pengawasan juga harus diperkuat sejak tahap penyusunan kegiatan, proses pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan fisik di lapangan. Lemahnya koordinasi dan pengawasan berpotensi menghambat penyelesaian program pembangunan sekaligus memperlambat penyerapan anggaran daerah.
“Menurut kami
keterlambatan realisasi anggaran tidak hanya berdampak pada capaian program
pemerintah, tetapi juga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi
Masyarakat,” ujar Suharno seraya menyampaikan bahwasanya anggaran belanja
Pemkab Berau yang terlambat direalisasikan akan memperlambat perputaran uang di
masyarakat, mengurangi aktivitas pelaku usaha lokal, hingga menunda terciptanya
lapangan pekerjaan. (sep/FN/advertorial)